Sejumlah Nama Anak Presiden Diprediksi Masuk Kabinet Jokowi-Ma'ruf Amin

Menjelang pelantikan presiden dan wakil presiden, sejumlah nama yang akan mengisi kabinet Jokowi-Maruf Amin mulai santer dibicarakan

YouTube Kompas TV
Presiden Jokowi berteriak akan membubarkan lembaga yang dianggapnya tak memiliki manfaat. 

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Joko Widodo (Jokowi) dan Maruf Amin akan dilantik sebagai presiden dan wakil presiden periode 2019-2024 pada 20 Oktober 2019.

Menjelang pelantikan presiden dan wakil presiden, sejumlah nama yang akan mengisi kabinet Jokowi-Maruf Amin mulai santer dibicarakan.

Bukan hanya dari kalangan Partai Politik pendukung Jokowi-Maruf Amin pada Pilpres 2019 saja, nama anak-anak presiden pun diisukan akan masuk dalam jajaran Kabinet Jokowi-Maruf Amin untuk periode 2019-2024.

Ada nama Yenny Wahid, Ilham Habibie, dan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) diprediksi akan masuk dalam kabinet Jokowi-Maruf Amin.

VIDEO Viral Batu Segede Gajah Melayang Hancurkan Bangunan Warga Kampung Cihandeleum

Hal tersebut sesuai dengan prediksi yang dilontarkan pengamat politik M Qodari, Selasa (8/10/2019).

"Dugaan saya Yenny masuk kabinet, berpeluang. Kemudian, Ilham Habibie anaknya pak Habibie. Ilham yang notabene punya perhatian kepada masalah sosial poltik, di ICMI. Kemudian yang pasti ingin masuk juga dan sinyalnya jelas dari Demokrat adalah AHY, putra pak SBY," kata M Qodari.

1. Yenny Wahid

Zannuba Ariffah Chafsoh atau Yenny Wahid merupakan anak kedua dari Presiden ke-4 RI, Abdurrahman Wahid (Gus Dur).

Yenny Wahid dikenal publik sebagai seorang aktivis islam dan politisi di Indonesia.

Wanita kelahiran 29 Oktober 1974 tersebut merupakan lulusan Universitas Trisakti dan pernah berkarir menjadi seorang wartawan hingga akhirnya, ia mendampingi Gus Dur sebagai Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi Politik.

Dikutip dari wikipedia, setelah Gus Dur tidak lagi menjabat sebagai presiden, Yenny Wahid melanjutkan studinya ke Universitas Harvard, Amerika Serikat.

Sekembalinya dari Amerika tahun 2004, Yenny menjabat sebagai direktur Wahid Institute yang saat itu baru berdiri hingga saat ini.

Pada era pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono, Yenny Wahid sempat mengabdi sebagai staf khusus bidang Komunikasi Politik dan aktif sebagai Sekretaris Jenderal Partai Kebangkitan Bangsa pada 2005-2008.

Kemudian, Yenny Wahid mendirikan Partai Kedaulatan Bangsa dan menjabat sebagai ketua umum pada 2008-2012.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved