Breaking News:

Sempat Alami Problem hingga Kereta Datang Terlambat, MRT Jakarta Gelar Pelatihan untuk Masinis

Kamaluddin, sapaannya, menyatakan hal itu juga dilakukan sebagai antisipasi problem yang terjadi saat malam tadi. Ratangga 0721 mengalami keterlambata

Penulis: Muhammad Rizki Hidayat | Editor: Wahyu Aji
ISTIMEWA
Uji Coba rangkaian kereta pertama MRT Jakarta menggunakan System Acceptance Test (SAT) di Depo Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Kamis (9/8/2018) kemarin. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Muhammad Rizki Hidayat

TRIBUNJAKARTA.COM, TANAH ABANG - Pihak PT MRT Jakarta telah melakukan pelatihan terhadap para masinis kereta MRT.

Corporate Secretary Division Head PT MRT Jakarta, Muhamad Kamaluddin, menyebut hal itu bertujuan melakukan penerapan disiplin bagi masinis yang bertugas.

Kereta MRT Rangkaian 0721 Mengalami Keterlambatan Hari Ini

Kamaluddin, sapaannya, menyatakan hal itu juga dilakukan sebagai antisipasi problem yang terjadi saat malam tadi. Ratangga 0721 mengalami keterlambatan.

"Tindak lanjut yang telah dilakukan mulai hari ini adalah ketika pelatihan penyegaran, saat masinis Sign-On (proses masinis hadir dan persiapan memulai tugas)," ujar Kamaluddin dalam keterangan tertulis kepada Wartawan, Rabu (9/10/2019) siang.

VIDEO Viral Batu Segede Gajah Melayang Hancurkan Bangunan Warga Kampung Cihandeleum

Kata dia, cara tersebut berguna untuk mengingatkan masinis agar memindahkan mode saat menggerakkan kereta secara perlahan. Pun untuk menyesuaikan posisi dengan Platform pintu pemindai secara manual.

"Sehingga penanganan kondisi di lapangan dapat dilakukan secara lebih cepat," ujarnya.

 Diberitakan sebelumnya, Kereta Moda Raya Terpadu (MRT) rangkaian 0721 mengalami keterlambatan 16 menit 12 detik, pada pukul 18.57 WIB hingga 19.14 WIB, kemarin.

Kepala Divisi Corporate Secretary PT MRT Jakarta, Muhamad Kamaluddin, menyebut rangkaian tersebut saat itu berhenti di Stasiun MRT Fatmawati, Jakarta Selatan.

Kereta melintas di Stasiun MRT Fatmawati Jakarta saat uji coba publik, Selasa (12/3/2019). Mulai Selasa 12 Maret hingga 24 Maret mendatang, Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta fase I rute Bundaran HI-Lebak Bulus melakukan uji coba gratis untuk warga yang sudah melakukan pendaftaran. Selama uji coba, diperkirakan kereta bakal mengangkut sebanyak 285.600 penumpang.
Kereta melintas di Stasiun MRT Fatmawati Jakarta saat uji coba publik, Selasa (12/3/2019). Mulai Selasa 12 Maret hingga 24 Maret mendatang, Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta fase I rute Bundaran HI-Lebak Bulus melakukan uji coba gratis untuk warga yang sudah melakukan pendaftaran. Selama uji coba, diperkirakan kereta bakal mengangkut sebanyak 285.600 penumpang. (TRIBUNNEWS/HERUDIN)

"Gangguan ini hanya terjadi pada satu rangkaian kereta (Ratangga 0721) saat berhenti di stasiun Fatmawati, tidak ada gangguan pada sistem sinyal," ujar Kamaluddin, dalam keterangan tertulisnya kepada Wartawan.

Dia melanjutkan, rangkaian kereta MRT lainnya sempat terhenti juga di stasiun lainnya. 

Sebab, sambungnya, harus menunggu Ratangga 0721 bergerak terlebih dulu ke Depo. 

Kini, lanjutnya, Ratangga 0721 tersebut ditempatkan di Depo guna pemeriksaan dan perbaikan.

"Ratangga 0721 sekarang ditempatkan di Depo untuk pemeriksaan dan perbaikan. Informasi lengkap akan disampaikan kemudian," ujarnya.

Terlambat akibat kondisi cuaca

Pada Selasa (8/10/2019), tepatnya pukul 18.57 WIB hingga 19.14 WIB terjadi keterlambatan kereta MRT Jakarta selama 16 menit 12 detik di Stasiun MRT Fatmawati, Jakarta Selatan.

Corporate Secretary Division Head PT MRT Jakarta, Muhamad Kamaluddin, menyebut hal itu terjadi pada Ratangga 0721.

Berdasarkan hasil pengecekan, lanjutnya, tidak ditemukan kerusakan major maupun minor pada Ratangga 0721.

"Kereta mengalami overshoot (posisi tidak sejajar antara pintu kereta dan pintu tepi peron ketika berhenti), yang disebabkan oleh kondisi cuaca ketika itu," kata Kamaluddin, sapaannya, dalam keterangan tertulis kepada Wartawan, Rabu (9/10/2019) siang.

Dia menuturkan, saat masinis berusaha menyesuaikan kondisi tersebut, terjadi (human error) yang mengakibatkan gangguan pada modul kontrol traksi kereta.

Karena itu, sambungnya, sang masinis melakukan shutdown procedure (menurunkan dan menaikkan kembali pantograf) dan melakukan reset kereta untuk dapat kembali beroperasi.

Akibatnya, kata dia, terdapat keterlambatan lebih dari lima menit pada enam rangkaian kereta MRT lainnya yang berada di belakang Ratangga 0721.

"Yaitu Ratangga 1319, Ratangga 2103, Ratangga 1605, Ratangga 0722, Ratangga 2104, dan Ratangga 0723. Jadi bukan dikarenakan oleh gangguan pada sistem persinyalan," ucapnya.

Dia melanjutkan, tidak ada gangguan pada rangkaian kereta lain yang sedang beroperasi.

Namun, insiden tersebut mengakibatkan sejumlah perjalanan kereta lain tertunda lantaran menunggu Ratangga 0721 bergerak menuju Depo Lebak Bulus untuk pemeriksaan.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved