Warga Muara Angke Tolak Rencana Penggusuran Terkait Pembangunan IPAL

Warga yang tinggal di kawasan Muara Angke, RW 22 Kelurahan Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara, mengeluhkan rencana pemerintah membangun IPAL

Warga Muara Angke Tolak Rencana Penggusuran Terkait Pembangunan IPAL
TribunJakarta.com/Gerald Leonardo Agustino
Spanduk penolakan penggusuran terkait pembangunan IPAL di RT 12/RW 22 Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara, Rabu (9/10/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino

TRIBUNJAKARTA.COM, PENJARINGAN - Warga yang tinggal di kawasan Muara Angke, RW 22 Kelurahan Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara, mengeluhkan rencana pemerintah membangun Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di wilayahnya.

Keluhan itu terkait rencana Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang akan merelokasi warga untuk membangun IPAL di permukiman tersebut.

Muhaimin (46), tokoh masyarakat RT 12/RW 22 Pluit, mengatakan, sebenarnya warga tidak mempermasalahkan pembangunan IPAL.

Akan tetapi, wacana pengosongan lahan dengan penggusuran, lanjutnya, tak bisa dibenarkan.

"Silakan dibangun tapi kan tidak dengan menggusur warga. Kita sudah puluhan tahun tinggal di sini," kata Muhaimin saat ditemui Rabu (9/10/2019).

Muhaimin mengatakan, setidaknya sudah beberapa kali pemerintah melalui Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta mengadakan pertemuan dengan warga selama Agustus-September 2019.

Pertemuan-pertemuan yang awalnya dilaksanakan pada membahas soal rencana pembangunan hingga relokasi.

Bahkan, pada pertemuan di akhir September, warga sempat menghadang pemerintah ketika hendak melakukan pengukuran lahan.

"Warga menolak keras. Penolakan waktu itu warga rame-rame turun. Menghadang. Akhirnya mereka nggak jadi ngukur, balik kanan," ucap dia.

Halaman
12
Penulis: Gerald Leonardo Agustino
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved