Ditutup Akibat Banjir, Anak-Anak di Bantaran Ciliwung Ingin Belajar di Kampung Belajar Ciliwung

Dinding yang retak dan atap yang sudah bocor juga sudah dianggapnya tak layak untuk ditempati.

Ditutup Akibat Banjir, Anak-Anak di Bantaran Ciliwung Ingin Belajar di Kampung Belajar Ciliwung
Tribunjakarta.com/Nur Indah Farrah Audina
Satu diantara eks pengajar ngaji di Kampung Belajar Ciliwung, Khairuman Effendy 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina

TRIBUNJAKARTA.COM, KRAMAT JATI - Sejak dinonaktifkan, banyak anak-anak yang masih ingin belajar di Kampung Belajar Ciliwung, Jalan Jembatan Satu RT 8/5 Nomor 51 Kelurahan Balekambang, Kramat Jati, Jakarta Timur.

Kampung Belajar Ciliwung yang terletak di dekat bantaran alirian Kali Ciliwung ini memiliki program Taman Baca Anak, Taman Pendidikan Al Quran, Taman Bermain Anak, Paket Belajar dan Pelatihan untuk anak-anak sekitaran lokasi.

Namun pada tahun 2018, banjir sekira 4 meter hanya menyisakan atap bangunan dan membuat kegiatan belajar di Kampung Belajar Ciliwung harus diberhentikan.

Hal ini lantaran buku dan iqro yang ikut hanyut terbawa banjir serta meja belajar yang rusak akibat terendam banjir.

Setahun berjalan, satu diantara eks pengajar Kampung Belajar Ciliwing Khairuman Effendy (26) mengatakan antusias anak-anak masih tinggi perihal belajar.

"Mau bagaimana lagi, alatnya sudah enggak ada, buku juga sudah enggak ada, ya kita berhentikan. Nah setelah itu masih sering ada yang tanya kapan belajar lagi. Karena kan memang dulunya kalau pulang sekolah anak-anak suka ke sini buat baca buku dan belajar," katanya di Kramat Jati, Kamis (10/10/2019).

Dinding yang retak dan atap yang sudah bocor juga sudah dianggapnya tak layak untuk ditempati. Apalagi tiap tahunnya banjir selalu melanda kawasan tersebut.

Sementara itu, Syahrul Arsyad, mantan pengajar lainnya menuturkan pengadaan alat yang tiap tahun harus diganti juga tak mungkin lagi dilakukan.

Download MP3 Lagu Apalah Cinta - Ayu Ting Ting ft Keremcem, Lengkap dengan Lirik & Videonya

Jenguk Wiranto, Menteri PAN-RB Masuk Lewat IGD RSPAD Gatot Soebroto

NasDem DKI Jakarta Desak Pemprov Segera Publikasikan Dokumen KUA-PPAS

"Ganti barang tiap tahun kan enggak mungkin juga. Apalagi kalau banjirnya tiap tahun. Makanya tahun lalu sudah dinonaktifkan. Pengajarnya pun sudah enggak di sini lagi. Padahal kita lihat semangat mereka masih tinggi," ucapnya.

Saat ini, tak adanya kegiatan belajar di Kampung Belajar Ciliwung sudah diketahui anak-anak secara menyeluruh.

Hanya saja, anak-anak tersebut masih berharap ada lagi kegiatan belajar gratis untuk mereka layaknya Kampung Belajar Ciliwung.

Penulis: Nur Indah Farrah Audina
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved