Kota Tangerang Diharapkan Bisa Jadi Pilot Project Sistem Merit

Sistem Merit adalah kebijakan dan manajemen SDM aparatur yang berdasarkan kualifikasi, kompetensi, kinerja secara adil dan wajar.

Kota Tangerang Diharapkan Bisa Jadi Pilot Project Sistem Merit
TRIBUNJAKARTA.COM/EGA ALFREDA
Wali Kota Tangerang, Arief R Wismansyah saat ditemui di Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, Kamis (26/9/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG - Wali Kota Tangerang, Arief R Wismansyah berharap Kota Tangerang bisa menjadi Pilot Project Sistem Merit.

Sistem Merit adalah kebijakan dan manajemen SDM aparatur yang berdasarkan kualifikasi, kompetensi, kinerja secara adil dan wajar.

Tanpa membedakan latar belakang politik, ras, warna kulit, agama, asal usul, jenis kelamin, status pernikahan, umur ataupun kondisi kecacatan.

Arief bersama Ketua Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) Agus Pramusinto, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Tangerang Akhmad Lutfi, dan Kepala Inspektorat Kota Tangerang Dadi Budaeri hadir dan memberikan arahan langsung dalam acara Verifikasi Penilaian Mandiri Sistem Merit Tahun 2019.

Bertempat di Hotel Ara, Gading Serpong, Kabupaten Tangerang, Arief menerangkan berbagai aplikasi yang dibangun oleh Pemkot Tangerang bertujuan untuk meningkatkan kinerja dan profesionalitas pegawai.

"Karena sejatinya, bukan cuma dinilai dari banyaknya aplikasi, tapi bagaimana aplikasi itu mampu menyederhanakan,memudahkan dan mempercepat jalur-jalur dan budaya birokrasi untuk efisiensi dan efektifitas kerja," jelas Arief, Kamis (10/10/2019).

Simon McMenemy Yakin Timnas Indonesia akan Tampil Maksimal saat Hadapi Uni Emirat arab

Dalam penerapannya, penilaian sistem merit sendiri, baru diaplikasikan di Kementerian Keuangan dan Kementerian PUPR.

Untuk itu, kedepan Arief berharap Kota Tangerang dapat menjadi pilot project penerapan sistem merit bagi pemerintah daerah.

"Mudah-mudahan Kota Tangerang diperkenankan jadi pilot project. Intinya harus bisa mengikuti peningkatan kompetensi melalui standar-standar penilaian yang ada di sistem merit ini," tambah Arief.

Sementara itu, ketua KASN Agus Pramusinto menilai, membangun sistem pengawasan terhadap pelaksanaan manajemen ASN di instansi pemerintah sangat perlu dilakukan lewat sistem merit agar profesionalisme ASN meningkat.

"Kami membangun instrumen penilaian yang obyektif dan terstandar untuk seluruh instansi berdasarkan metode self-assessment atau penilaian mandiri, agar masing-masing unit organisasi pemerintah mampu membangun perencanaan, pengadaan dan penilaian yang jelas," jelas Agus.

Sebagai informasi, peserta dari kegiatan ini adalah tim penilai mandiri yang terdiri dari unsur kepegawaian dari BKPSDM, unsur perencanaan dari Bappeda, unsur organisasi dari Bagian Organisasi Sekretariat Daerah, serta unsur pengawasan dari Inspektorat.

Penulis: Ega Alfreda
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved