Pelajar se-Kramat Jati Jakarta Timur Diajak Peduli Masalah Kesehatan Jiwa Hindari Bunuh Diri

Pelajar tingkat SMP dan SMA di wilayah Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur diminta lebih peduli terhadap masalah kesehatan gangguan jiwa.

Pelajar se-Kramat Jati Jakarta Timur Diajak Peduli Masalah Kesehatan Jiwa Hindari Bunuh Diri
ISTIMEWA
Seminar yang digelar bertepatan dengan hari kesehatan jiwa dunia di Kramat Jati, Jakarta Timur, Kamis (10/10/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, KRAMAT JATI - Pelajar tingkat SMP dan SMA di wilayah Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur diminta lebih peduli terhadap masalah kesehatan gangguan jiwa, khususnya bahaya bunuh diri.

Hal ini disampaikan Kepala Puskesmas Kramat Jati dr Inda Mutiara dalam seminar 'Sehat jiwa dimulai dari diri, Keluarga dan masyarakat' yang digelar bertepatan hari Kesehatan Jiwa Dunia.

"Masalah kesehatan jiwa seringkali tidak disadari, akhirnya menimbulkan gangguan. Tidak bisa bekerja, tidak bisa bersosialisasi, melanjutkan pendidikan, masalah keuangan," kata Inda di Kramat Jati, Jakarta Timur, Kamis (10/10/2019).

Sang Ibu Meninggal, Remaja di Tangsel Jadi Pemuas Nafsu Ayah Tiri Hingga Hamil Dua Kali

Dia mencontohkan masalah kesehatan jiwa yang kerap tak disadari, yakni hubungan antara orang tua dan anak yang tidak dekat, bully, anti sosial.

Selain menjaga kesehatan jiwa dengan cara meluangkan hobi, memeriksakan kesehatan jiwa ke fasilitas medis terdekat juga bisa dilakukan.

"Jangan malu memeriksakan masalah kejiwaan, sekarang di Puskesmas juga bisa. Yang penting jangan malu ke dokter, psikolog," ujarnya.

Daftar Calon Ketua Umum PSSI yang Lolos Verifikasi dan yang Tidak Lolos Verifikasi

Selain kesadaran masyarakat, Inda menuturkan pentingnya menurunkan stigma orang dengan masalah gangguan jiwa.

Pasalnya pendapat yang beredar di masyarakat kesehatan jiwa tak bisa disembuhkan sehingga lebih baik disembunyikan.

"Masalah kesehatan jiwa sangat bisa disembuhkan. Penanganan masalah kesehatan sekarang sudah ditanggung BPJS Kesehatan, jadi masyarakat enggak perlu takut berobat," tuturnya.

Dalam seminar yang digelar di lantai 3 Pusat Grosir Cililitan (PGC), pelajar dan masyarakat umum dapat melakukan pemeriksaan kesehatan gratis.

Gelaran yang digagas Pemkot Jakarta Timur dan Kementerian Kesehatan Indonesia berfokus pada bahaya dan pencegahan bunuh diri dalam masyarakat. (*)

Penulis: Bima Putra
Editor: Suharno
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved