Persiapan MTQ Kota Tangerang, Pemerintah Bersih-bersih Ratakan Rumah Sepi Permanen di Pinang

Penggurusan tersebut dilakukan Satpol PP Kota Tangerang di bilangan Perumahan Buana Gardenia, Pinang, Kota Tangerang, Kamis (10/10/2019).

Persiapan MTQ Kota Tangerang, Pemerintah Bersih-bersih Ratakan Rumah Sepi Permanen di Pinang
TRIBUNJAKARTA.COM/EGA ALFREDA
Penertiban bangunan semi permanen di kawasan Kecamatan Pinang Kota Tangerang oleh Satpol PP Kota Tangerang, Kamis (10/10/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, PINANG - Persiapan pagelaran Musabaqoh Tilawatil Quran (MTQ) ke-20 tingkat Kota Tangerang, pemerintah melakukan penggurusan kepada sekira 15 bangunan semi permanen.

Penggurusan tersebut dilakukan Satpol PP Kota Tangerang di bilangan Perumahan Buana Gardenia, Pinang, Kota Tangerang, Kamis (10/10/2019).

Penertiban bangunan semi permanen di kawasan Kecamatan Pinang Kota Tangerang oleh Satpol PP Kota Tangerang, Kamis (10/10/2019).
Penertiban bangunan semi permanen di kawasan Kecamatan Pinang Kota Tangerang oleh Satpol PP Kota Tangerang, Kamis (10/10/2019). (TRIBUNJAKARTA.COM/EGA ALFREDA)

Sebab, 15 bangunan semi permanen tersebut berada di lintasan lokasi MTQ 2019 Kota Tangerang yang diselenggarakan pada tanggal 16-19 Oktober 2019 di kawasan perumahan Buana Gardenia, Kecamatan Pinang.

"Salah satunya karena itu (MTQ Kota Tangerang), jalur MTQ nanti salah satunya di lokasi penggurusan itu," ujar Camat Pinang, M Agun.

Namun ia menjelaskan kalau penertiban tersebut alasannya adalah karena belasan bangunan semi permanen tersebut sudah lama terbengkalai.

Sehinga mengganggu jalur lalu lintas dan pemandangan yang kurang elok.

"Penertiban yang kita laksanakan adalah menertibkan bangunan-bangunan yang sudah tidak digunakan atau ditelantarkan oleh pemiliknya," jelas Agun di Kantor Kecamatan Pinang.

Namun, menurutnya ada beberapa bangunan yang belum sempat ditertibkan lantaran masih ada penghuninnya dan belum sempat mencari kontrakan.

"Kita beri tenggang waktu untuk mencari kontrakan. Karena sebetulnya lahan itu milik pribadi, saya enggak tahu apakah pemilik tanah itu dikontrakan atau ikhlas. Yang pasti itu bangunan liar," ungkap Agun.

Walau ada penertiban, Agun meyakinkan bahwa tidak ada zona merah di wilayah Pinang.

"Di pinang enggak ada zona merah yang artinya bangunan liar di pinggir jalan raya. Relatif tidak ada kawasan kumuh hanya ada beberapa petak saja," ujarnya.

Penulis: Ega Alfreda
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved