Ternyata Ini Faktor Terbesar Penyebab Utama Kegagalan Program Bayi Tabung

Kegagalan program bayi tabung (In Vitro Fertilization/IVF) kebanyakan terjadi saat proses implantasi atau penanaman embrio pada rahim.

Ternyata Ini Faktor Terbesar Penyebab Utama Kegagalan Program Bayi Tabung
Google
Ilustrasi Hamil 

Salah satunya dengan PGT-A (Preimplantation Genetic Testing for Aneuploidy).

Jika tanpa pemeriksaan ini, embrio hanya dinilai berdasarkan bentuk luarnya saja.

Namun, sebenarnya penilaian itu tidak bisa mengetahui kondisi kromosomnya.

Pemeriksaan PGT-A menggunakan teknologi Next Generation Sequencing (NGS) yang dilakukan sebelum transfer embrio atau penanaman kembali embrio ke dalam rahim yang terbukti memberikan dampak positif bagi kesuksesan program IVF.

"Dengan PGT-A, hampir 90 persen kondisi embrio bisa diketahui. Bisa diseleksi mana embrio yang paling bagus untuk diimplan. Jadi angka keberhasilannya otomatis juga naik, bisa sampai 70 persen," papar Arie.

Bertingkah Mencurigakan di SD Kanisius Kota Semarang, Syahrul Ramadhan DItangkap Petugas

Pemeriksaan PGT-A disarankan untuk pasien yang sudah pernah gagal implantasi embrio.

"Pemeriksaan ini dianjurkan, bukan sesuatu yang wajib, karena tidak semua pasien punya kemampuan ekonomi yang sama. Apalagi biaya pemeriksaannya per satu embrio," katanya.

Angka keberhasilan program IVF lebih besar pada pasien yang berusia kurang dari 35 tahun.

"Setelah usia itu angka kesuburan akan turun sekitar 20 persen. Makanya kalau memang sudah tahu ada masalah sulit hamil, sebaiknya langsung periksa," ujarnya.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Penyebab Utama Kegagalan Program Bayi Tabung"

Editor: Muji Lestari
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved