Warga Bantaran Kali Ciliwung Kemasi Sebagian Barang Dipindahkan ke Tempat yang Lebih Tinggi

Bahkan mereka mengatakan banjir merupakan hal yang biasa karena tiap tahun selalu melanda permukiman mereka.

Warga Bantaran Kali Ciliwung Kemasi Sebagian Barang Dipindahkan ke Tempat yang Lebih Tinggi
TRIBUNJAKARTA.COM/NUR INDAH FARRAH AUDINA
Leni, warga RT 8/5 Kelurahan Balekambang, Kramat Jati, Jakarta Timur. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina

TRIBUNJAKARTA.COM, KRAMAT JATI - Memasuki musim hujan, warga Kelurahan Balekambang yang tinggal dibantaran Kali Ciliwung mulai persiapkan diri hadapi banjir yang rutin terjadi.

Ketika musim hujan tiba, warga bantaran Kali Ciliwung sudah terbiasa saat terjadi banjir.

Saat Musim Hujan, Warga Balekambang yang Tinggal di Bantaran Kali Harus Sering Pantau Ketinggian Air

Bahkan mereka mengatakan banjir merupakan hal yang biasa karena tiap tahun selalu melanda permukimannya.

Satu diantaranya di Jalan Jembatan Satu RT 8/5 Kelurahan Balekambang, Kramat Jati, Jakarta Timur. Lokasi yang terletak diperbatasan antara Kramat Jati dan Pasar Minggu ini terpisah oleh aliran Kali Ciliwung dan menjadi kawasan langganan banjir ketika Tinggi Muka Air (TMA) Bendung Katulampa dan pos Depok sudah siaga.

Sam, warga RT 8/5 mengatakan saat ini sebagian barangnya sudah dipindahkan ke lantai 2 rumahnya.

"Alhamdulillah ada tingkat di atas. Lumayanlah buat pindahin barang-barang. Karena enggak begitu besar ya cuma sebagian aja yang dipindahin. Ini kan hal biasa yang kita hadapi tiap tahun. Mau pindah tempat juga sudah nyaman di sini," ucapnya di Kramat Jati, Kamis (10/10/2019).

Leni (35) warga lainnya juga mengatakan hal senada. Ia yang juga memiliki rumah 2 lantai mulai mencicil memindahkan barang-barangnya ke lantai atas.

Mulai dari pakaian, dokumen, alat elektronik hingga buku sekolah anaknya ia pindahkan ke atas.

"Saya belajar dari tahun lalu. Tahun lalu saya belum sempat pindahin barang-barang karena air masuk pas malam. Makanya mulai sekarang saya cicil. Yang sekiranya masih dipakai sehari-hari kayak baju sekolah saya tahan-tahan dulu," jelasnya.

Tak hanya keduanya, sejumlah warga lainnya juga mengatakan hal serupa.

Sebagai bentuk antisipasi banjir beberapa barang-barang mereka mulai dipindahkan ke tempat yang lebih tinggi.

Mulai dari dimasukan dalam kardus, dibungkus dengan kain dan lain sebagainya, barang-barang tersebut sudah dikemasi.

Penulis: Nur Indah Farrah Audina
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved