Wiranto Ditusuk, TNI Bakal Ubah SOP Pengamanan Kepala Negara, Bisakah Jokowi Menyalami Rakyat?

Menkopolhukam Wiranto ditusuk, TNI berencana mengevaluasi standard operasional prosedur atau SOP pengamanan bagi Kepala Negara Jokowi.

Wiranto Ditusuk, TNI Bakal Ubah SOP Pengamanan Kepala Negara, Bisakah Jokowi Menyalami Rakyat?
TRIBUNJAKARTA.COM/ANNAS FURQON HAKIM
Seorang warga berfoto dengan Presiden RI Joko Widodo di Mal FX Sudirman, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Sabtu (13/7/2019). 

TRIBUNJAKARTA.COM - TNI berencana mengevaluasi standard operasional prosedur atau SOP pengamanan bagi Kepala Negara.

Rencana evaluasi SOP pengamanan terhadap Presiden Jokowi menyusul penyerangan Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Wiranto di Pandeglang, Banten, Kamis (10/10/2019) siang.

Hal tersebut dikatakan Kepala Pusat Penerangan TNI Mayjen Sisriadi ketika dihubungi Kompas.com, Kamis petang.

"Pada tataran lapangan, mungkin ada perubahan-perubahan ( SOP pengamanan ) ya," ujar Mayjen Sisriadi.

"Perubahan-perubahan itu sebaiknya ada, seharusnya ada. Karena itu bagian dari dampak perubahan lingkungan strategis. Perubahan itu nyata, berarti kita harus alert," ujar Mayjen Sisriadi.

Meski demikian, Mayjen Sisriadi tidak dapat merinci seperti apa perubahan SOP pengamanan kepala negara. Sebab, evaluasi untuk perubahan itu dilakukan oleh unsur Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres).

Dua Penyerang Wiranto Tertangkap Kamera Sebelum Beraksi, Hal Ini yang Dilakukannya

Kondisi Terkini Menkopolhukam Wiranto Pascaoperasi Pemulihan Luka Tusuk Selama 3 Jam

Mabes TNI hanya akan melakukan supervisi agar perubahan SOP pengamanan lebih memiliki daya guna.

Sisriadi mengakui, Presiden Joko Widodo seringkali tidak berjarak dengan rakyat pada saat berkunjung ke sebuah daerah.

Presiden Jokowi tak ragu untuk dekat dengan masyarakat demi bisa bersalaman dan berfoto bersama.

Saat ditanya apakah perubahan itu akan membatasi interaksi Presiden Jokowi dengan masyarakat, Mayjen Sisriadi belum bisa menjawabnya.

Halaman
123
Editor: Suharno
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved