2 Ribu Pegawai Lapas dan Rutan se-Jakarta Jalani Tes Urine

Selain itu, tes urine ini juga sebagai bentuk pencegahan dari narkotika untuk para jajarannya

Dok Foto Kanwil Kumham DKi Jakarta
Suasana tes urine untuk 2.000 pegawai lapas dan rutan di Jakarta 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Sebanyak 2.000 pegawai pemasyarakatan yang bertugas di lembaga pemasyarakatan (lapas) dan rumah tahanan (rutan) se-DKI Jakarta jalani tes urine.

Tes urine ini merupakan upaya cepat yang dilakukan oleh Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (kanwil kumham) DKI Jakarta akibat adanya oknum sipir Lapas Kelas IIB Langsa, Aceh yang terlibat peredaran narkotika.

"Untuk antisipasi hal serupa bukan hanya sipir yang dites. Mulai dari Kalapas, Karutan hingga pejabat lainnya juga kami periksa," jelas Kepala Divisi Pemasyarakatan kanwil Kumham DKI Jakarta, Andika Dwi Prasetyo saat dikonfirmasi, Jumat (11/10/2019).

Selain itu, tes urine ini juga sebagai bentuk pencegahan dari narkotika untuk para jajarannya. Sehingga bila kedapatan positif menggunakan narkoba, maka pegawai tersebut segera diserahkan ke Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) DKI Jakarta.

"Dalam tes ini juga melibatkan BNNP DKI. Sehingga bila ada yang positif, segera kami serahkan ke mereka (BNNP DKI) untuk ditindak lanjuti," sambungnya.

BREAKING NEWS: 2 Terduga Anggota JAD Ditangkap Densus 88 di Bali

BREAKING NEWS: 2 Terduga Anggota JAD Ditangkap Densus 88 di Bali

Saat ini, Andika mengatakan pihaknya sudah melakukan kerjasama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Polri untuk memberantas narkoba.

Sehingga bila ada pegawai yang positif menggunakan narkoba tak segan akan dikenakan sanksi pemecatan didukung dengan indikasi yang kuat.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved