Menkopolhukam Wiranto Diserang

Gubernur Gorontalo: Pertama Kali Terjadi di Indonesia, Menteri Dianiaya Orang

Gubernur Gorontalo, Rusli Habibie, meminta masyarakat Indonesia mendoakan Menkopolhukam Wiranto.

Gubernur Gorontalo: Pertama Kali Terjadi di Indonesia, Menteri Dianiaya Orang
TribunJakarta.com/Muhammad Rizki Hidayat
Gubernur Gorontalo, Rusli Habibie, meminta masyarakat Indonesia mendoakan Menkopolhukam Wiranto yang sedang menjalani perawatan di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta Pusat, Jumat (11/10/2019). 

Menkopolhukam Wiranto ditusuk oleh Syahril Alamsyah alias Abu Rara ia menghadiri acara di Universitas Mathla'ul Anwar di Kampung Cikaliung, Desa Sidanghayu, Pandeglang, Banten, Kamis (10/10/2019).

Syahril Alamsyah alias Abu Rara disebut-sebut sebagai anggota kelomok JAD Bekasi. Abu Rara ditangkap bersama seorang perempuan Fitri Andriana (21), warga Desa Sitanggai, Kecamatan Karangan, Kabupaten Brebes.

Wiranto ditusuk oleh orang tak di kenal pada Kamis (10/10/2019). Kejadian penusukan Wiranto itu terjadi di Alun-alun Menes, Pandeglang, Banten.
Wiranto ditusuk oleh orang tak di kenal pada Kamis (10/10/2019). Kejadian penusukan Wiranto itu terjadi di Alun-alun Menes, Pandeglang, Banten. (Istimewa)

Berikut ringkasan TribunJakarta:

1. Orang tua pelaku diamankan

TRIBUN JATENG/M ZAENAL ARIFIN
Warga berkerumun menyaksikan rumah Fitria Diana pelaku penusukan Wiranto di Gang Arjuna Barat, Dukuh Sitanggal I, Desa Sitanggal, RT 7 RW 2, Kecamatan Larangan, Brebes, Kamis (10/10/2019).
TRIBUN JATENG/M ZAENAL ARIFIN Warga berkerumun menyaksikan rumah Fitria Diana pelaku penusukan Wiranto di Gang Arjuna Barat, Dukuh Sitanggal I, Desa Sitanggal, RT 7 RW 2, Kecamatan Larangan, Brebes, Kamis (10/10/2019). ()

Sunarto dan Charty, orangtua pelaku penusukan Menko Polhukam Wiranto, diamankan petugas kepolisian di Mapolres Brebes, Kamis (10/10/2019).

Keduanya dibawa seusai dilakukan penggeledahan rumah oleh petugas.

Sesampainya di Mapolres, mereka langsung dimasukkan ke ruang Reskrim untuk menjalani pemeriksaan oleh petugas terkait perilaku anaknya, Fitria Diana atau Fitri Andriana, yang diduga terpapar paham radikal.

2. Orang tua syok

Beredar foto wajah laki-laki berbaju gelap dan perempuan berambut bergelombang yang diduga merupakan pelaku penusukan Menko Polhukam, Wiranto
Beredar foto wajah laki-laki berbaju gelap dan perempuan berambut bergelombang yang diduga merupakan pelaku penusukan Menko Polhukam, Wiranto (Twitter: Airin_NZ)

Kedua orangtuanya yaitu Sunarto dan Charty, tidak menyangka jika anaknya akan terlibat dalam perbuatan tersebut.

Hal itu disampaikan Kepala Desa (Kades) Sitanggal, Kecamatan Larangan, Brebes, Untung Andi Purwanto, yang turut mendampingi pemeriksaan dan penggeledahan di rumah orangtua pelaku di Gang Arjuna Barat, Dukuh Sitanggal I, Desa Sitanggal, RT 7 RW 2, Kecamatan Larangan, Brebes, Kamis (10/10/2019).

"Mereka kaget juga dan syok. Mereka tidak pernah menduga akan terjadi seperti ini," katanya.

Kedua orang tua Fitri Andriana langsung diamankan petugas kepolisian dari Polres Brebes, seusai penusukan di Pandeglang terjadi.

Petugas juga menggeledah rumah dan menemukan enam anak panah, busur dan berbagai buku yang diduga ada kaitannya dengan paham radikal ISIS.

Saat ditanya bagaimana ekspresi kedua orangtuanya, Untung mengungkapkan biasa saja.

Tidak ada air mata yang menetes dari keduanya meski anak kedua dari empat bersaudara mereka menjadi perhatian publik usai melakukan penusukan terhadap Wiranto.

"Tidak menangis, hanya kaget dan syok. Karena mereka itu keluarga miskin, jadi seolah tak percaya anaknya seperti itu," paparnya.

3. Pelaku hobi memanah

Setelah menggeledah rumah FD selama hampir dua jam, jajaran Polres Brebes akhirnya membawa sejumlah barang bukti seperti busur dan anak panah serta kardus berisi buku-buku.

Kedua orangtua FD, yakni SN dan CT, yang bekerja sebagai petani turut dibawa petugas ke Mapolres Brebes, dari kediamannya di RT 7, RW 2, Desa Sitanggal, Kecamatan Larangan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Kamis (10/10/2019).

"Kedua orangtuanya dibawa lewat belakang. Berikut satu dus buku-buku serta busur dan anak panah," kata Kepala Desa Sitanggal Untung Andi Purwanto, Kamis (10/10/2019).

Menurut Untung, FD sempat mengabarkan rencananya untuk menikah dengan seorang laki-laki. Hanya saja, Untung tak mengetahui siapa calonnya.

"Informasinya memang mau dipinang. Mau menikah," kata dia.

Sementara hingga Kamis (10/10/2019) petang, warga masih mengerumuni sekitar kediaman FD.

Menurut Untung, FD dikenal sebagai sosok yang pendiam dan jarang bergaul dengan tetangganya. FD yang pergi merantau hampir jarang pulang.

Terakhir warga melihatnya pulang saat Lebaran Idul Fitri lalu. FD memang diketahui memiliki koleksi buku-buku agama.  Penampilan yang religius didapat setelah Fitri lama tak pulang.

"Informasinya dia punya banyak buku-buku semacam kitab," terang Untung.

FD juga memiliki hobi memanah. Beberapa warga kerap melihat FD saat berlatih memanah.

"Di rumahnya juga ada busur panah," kata Untung.

4. Gunakan pisau dan gunting

Barang bukti senjata tajam yang digunakan untuk menusuk Wiranto, Kamis (10/10/2019). Wiranto menderita luka dua tusukan di bagian perut dan polisi mengamankan dua tersangka suami istri Syahril dan Fitri Andriana yang diduga terpapar jaringan ISIS.(DOK. ISTIMEWA)
Barang bukti senjata tajam yang digunakan untuk menusuk Wiranto, Kamis (10/10/2019). Wiranto menderita luka dua tusukan di bagian perut dan polisi mengamankan dua tersangka suami istri Syahril dan Fitri Andriana yang diduga terpapar jaringan ISIS.(DOK. ISTIMEWA) ()

Kapolda Banten Irjen Pol Tomsi Tohir menyebut kedua pelaku menggunakan dua senjata berbeda saat beraksi menusuk Kemenko Polhukam Wiranto di Alun - alun Menes, Kabupaten Pandeglang, Kamis (10/10/2019).

Ammar Zoni Menangis Ceritakan Kecantikan Bayinya, Alami Firasat Ini Sebelum Anaknya Meninggal

Satlantas Polres Tangsel Bingung Tak Ada Koordinasi Penutupan Jalan Prapatan Duren

Wiranto Mengalami Dua Luka Tusuk, Tim Dokter Butuh 2,5 Jam untuk Melakukan Operasi

Penusuk Wiranto Pernah Ditegur Tak Bantu Renovasi Masjid, Sekretaris RW: Alasannya Masih Ada Kerjaan

"Laki - laki dalam bentuk belati, perempuan gunting," kata Kapolda Banten di Alun - alun Pandeglang, Kamis (10/10/2019).

Kedua pelaku, kata Kapolda, memiliki tugas yang berbeda - beda.

Pelaku laki-laki menusuk Wiranto terlebih dahulu dan pelaku perempuan menusuk Kapolsek Menes Kompol Dariyanto di bagian punggung. (Kompas.com)

Penulis: Muhammad Rizki Hidayat
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved