Wali Kota Ingin Praktik Pungli Pada Sistem Pendidikan Hilang dari Kota Tangerang

Wali Kota Tangerang, Arief R Wismansyah menginginkan hilangnya pungutan liar dalam sistem edukasi di Kota Tangerang.

Wali Kota Ingin Praktik Pungli Pada Sistem Pendidikan Hilang dari Kota Tangerang
TribunJakarta.com/Ega Alfreda
Sosialisasi Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) di Lingkungan Pemerintah Kota Tangerang, Jumat (11/10/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG - Wali Kota Tangerang, Arief R Wismansyah menginginkan hilangnya pungutan liar dalam sistem edukasi di Kota Tangerang.

Hal itu disampaikan Arief dalam kegiatan Sosialisasi Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) di Lingkungan Pemerintah Kota Tangerang Tahun 2019.

Bertempat di Ruang Akhlakul Karimah, Gedung Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, kegiatan tersebut diikuti 187 peserta.

Terdri dari pengawas Sekolah Dasar Negeri sebanyak 57 orang, koordinator pendidikan kecamatan 65 orang, dan ketua Komite Sekolah Dasar Negeri 65 orang.

Arief mengatakan, perlu adanya pemahaman dan persamaan persepsi antara komite, pengawas dan kepala sekolah terkait pungutan liar karena dapat berdampak pada kualitas pendidikan.

"Tentu kita harus membangun sistem pendidikan yang lebih transparan, akuntabel, yang bebas dari pungutan liar," ucap Arief, Jumat (11/10/2019).

Ia mengaku dalam mewujudkan omongannya di atas, Arief sudah meningkatkan kualitas SDM di Kota Tangerang.

"Dengan memberikan fasilitas laboratorium komputer. Mungkin ke depan ditambah dengan laboratorium bahasa. Karena sekarang di era revolusi industri 4.0 ini tentu kita harus mempersiapkan anak-anak kita sejak dini," kata Arief.

Lebih jauh, sambung Arief, jika ada kebutuhan sarana-prasarana yang dibutuhkan, pihak sekolah dapat mengusulkan ke pemerintah kota.

"Kami akan memfasilitasi tetapi jika sudah diberikan, harus dijaga dan dirawat serta jangan sampai memaksakan membeli pengadaan barang untuk hal-hal yang sebenarnya tidak perlu," imbau Arief.

Ratusan Pencari Suaka di Trotoar Kebon Sirih Diangkut ke Lokasi Pengungsian Kalideres

Ketum DPP Hidayatullah Berharap Melalui Dakwah Jihad Dapat Dipahami Dalam Artian Luas

Karena menurutnya, pendidikan adalah hak dasar masyarakat.

Tentu, kata Arief, semuanya harus diikuti dengan kualitas pendidikan yang mampu mendukung kebutuhan pembangunan.

"Kita ingin kota kita maju dan sejahtera. Mudah-mudahan dengan kegiatan ini lebih memahami apa yang sebenarnya harus kita jaga dalam rangka mewujudkan sebuah sistem pendidikan dan pemerintahan yang akuntabel di masyarakat," ucap Arief.

Penulis: Ega Alfreda
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved