Dikembangkan Jadi Wisata Alam, Waduk Tiu akan Dilengkapi Puluhan Stand Kuliner

Untuk menciptakan lingkungan kondusif dan sapta pesona, Waduk Tiu dikembangkan menjadi wisata alam dan wisata kuliner.

Dikembangkan Jadi Wisata Alam, Waduk Tiu akan Dilengkapi Puluhan Stand Kuliner
TribunJakarta.com/Nur Indah Farrah Audina
Stand untuk wisata kuliner di area Waduk Tiu yang masih tahap pembangunan, Sabtu (12/10/2019) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina

TRIBUNJAKARTA.COM, CIPAYUNG - Sekira 30 stand sedang disiapkan untuk mendukung area Waduk Tiu di Kampung Kramat, Setu, Cipayung, Jakarta Timur menjadi wisata alam dan kuliner mulai akhir tahun ini.

Untuk menciptakan lingkungan kondusif dan sapta pesona, Waduk Tiu dikembangkan menjadi wisata alam dan wisata kuliner.

Sejak awal bulan lalu, setiap akhir pekan para warga Kelurahan Setu mulai rutin menggelar lapak jualannya di sisi waduk.

Oleh sebab itu, Lurah Setu Jenuri mengatakan saat ini sedang dibangun sejumlah stand guna memberikan fasilitas yang layak bagi para pedagang.

"Kurang lebih akan dibuatkan 30 stand yang saat ini prosesnya masih dalam pengerjaan dan merupakan swadaya masyarakat bukan dari Sudin UMKM Jakarta Timur. InsyaAllah bulan November segera selesai pembuatannya," katanya di Cipayung, Sabtu (12/10/2019).

Boin, warga RT 2/4 Kelurahan Setu yang juga merupakan satu diantara pedagang menuturkan sudah membooking satu stand sejak jauh-jauh hari sebelum proses pembangunan.

"Saya sih sudah lama ya pesannya. Di situ kan ada pihak RT, RW tanya siapa yang mau isi jualan di Waduk Tiu. Saya langsung jawab mau karena memang sekalian bantu kembangkan potensi wilayah menjadi wisata kuliner," ungkapnya.

Cerita Arie Untung Pernah Tertukar Sepeda dengan Orang Lain Akibat Hal Ini

Berselisih Media Sosial Jadi Penyebab Perceraian di Depok, Istri Mayoritas Layangkan Gugatan

Tak hanya itu, ia menceritakan sudah membayar uang muka sebesar Rp 500 ribu. Sebab dijelaskannya setiap bulannya, ia diwajibkan membayar stand Rp 800 ribu.

"Saya enggak masalah kalau bayar stand. Itu kan tanggung jawab kita karena berdagang. Yang penting kan fasilitasnya kita terima juga mulai dari lampu hingga air. Selain itu, barang yang dijual tiap pedagang enggak boleh sama untuk menghindari persaingan dagangan yang kurang sehat," tandasnya.

Pantauan TribnJakarta.com, sejumlah pekerja masih melakukan pembangunan stand.

Namun kerangka dan bagian atap sudah dapat terlihat disejumlah bagian. Sekira 30 stand tersebut juga tampak berbentuk leter U.

Penulis: Nur Indah Farrah Audina
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved