Pembangunan Tol Kunciran Kembali Didemo Warga, Kaum Elite Banjar Wijaya Turun Tangan

Aspirasi tak diindahkan, ratusan warga Cluster Gracia Banjar Wijaya melakukan aksi demo di proyek Jalan Tol Kunciran, Sabtu (12/10/2019).

Pembangunan Tol Kunciran Kembali Didemo Warga, Kaum Elite Banjar Wijaya Turun Tangan
TRIBUNJAKARTA.COM/ EGA ALFREDA
Warga Banjar Wijaya, Kota Tangerang yang turun aksi ke jalan memprotes pembangunan Tol Kunciran, Sabtu (12/10/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG - Aspirasi tak diindahkan, ratusan warga Cluster Gracia Banjar Wijaya melakukan aksi demo di proyek Jalan Tol Kunciran, Sabtu (12/10/2019).

Mereka menuntut pihak PT. Wika, BPTJ dan Jasamarga untuk membuat pembatas pengaman antara rumah warga dan proyek jalan tol.

Juga pelaksanaan jam operasional yang menggangu kenyamanan warga.

ketua RW 10, Danny Momer mengatakan, aksi kali ini dilakukan karena pihak bersangkutan tidak mendengar apa yang menjadi aspirasi warga.

Terkurung Pembangunan Tol Kunciran-Bandara Soekarno-Hatta, Walkot Minta SMPN21 Tangerang Direlokasi

Bahkan sudah beberapa kali melakukan pertemuan tidak menemukan titik terang oleh pihak terkait.

"Aksi hari ini kita lakukan karena pihak terkait yakni PT. Wika selaku pengembang, BPJT, dan Jasamarga tidak pernah mendengar aspirasi warga Cluster Gracia. Beberapa kali pertemuan tidak menemukan titik terang," ujarnya kepada wartawan.

Danny menambahkan, permintaan warga itu sangat mudah, pertama warga meminta pembatas keamanan antara rumah warga dan proyek jalan tol.

Kedua warga minta kesepakatan jam operasional yang telah disepakati oleh PT. Wika harus dijalankan.

Hari Pertama Masuk, Murid SMPN 21 Tangerang Pakai Masker Imbas Terkurung Tol Kunciran

"Di belakang ada rumah warga dimana dekat sekali dengan proyek jalan tol, makanya kami meminta adanya pagar pengaman agar jika terjadi sesuatu tidak mengenai warga. Kedua jam operasional yang telah disepakati telah dilanggar, dimana pada waktu itu PT. Wika sepakat operasional jam kerja hanya sampai jam 5 sore tapi ini sampai tengah malam dan menggangu sekali kenyamanan warga," papar Danny

Halaman
12
Editor: Rr Dewi Kartika H
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved