SPBU di Setu Terbakar, Warga Harus Tempuh Jarak Lebih Jauh Untuk Mengisi BBM

Mutiara Nur Ibrahim, warga RT 9/3 mengatakan sejak kemarin ia harus mengisi bensin di daerah Sumir dan menempuh jarak yang lebih jauh.

Penulis: Nur Indah Farrah Audina | Editor: Muhammad Zulfikar
TribunJakarta.com/Nur Indah Farrah Audina
Suasana di SPBU bernomor registrasi 34-13805 di Jalan Pagelarang RT 4/1 Kelurahan Setu, Cipayung, Jakarta Timur, Sabtu (12/10/2019) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina

TRIBUNJAKARTA.COM, CIPAYUNG - Warga Kelurahan Setu dan Lubang Buaya menyayangkan SPBU bernomor registrasi 34-13805 di Jalan Pagelarang RT 4/1 Kelurahan Setu, Cipayung, Jakarta Timur yang terbakar pada Jumat (11/10/2019).

Mereka menyayangkan hal tersebut lantaran saat ini lokasi pengisian bensin menjadi lebih jauh.

Jika biasanya berada dekat rumah, kali ini mereka harus mencari pom bensin lain seperti di kawasan Gorda, Asrama Haji, Ceger dan Sumir, Bekasi, Jawa Barat.

Mutiara Nur Ibrahim, warga RT 9/3 mengatakan sejak kemarin ia harus mengisi bensin di daerah Sumir dan menempuh jarak yang lebih jauh.

"Rumah aku kan perbatasan Kelurahan Lubang Buaya sama Kelurahan Setu. Kebetulan pom bensin yang terbakar kemarin itu memang yang paling strategis. Sekalian arah kerja selalu isi di situ. Sekarang harus cari opsi pom bensin lain, sebab kalau di situ terbakar, ya sudah akses pom bensin di sini serba jauh," ucapnya di Cipayung, Sabtu (12/9/2019).

Andriansyah warga RT 7/3 Kelurahan Lubang Buaya juga mengatakan hal serupa.

Penjelasan Polisi Soal Status Tersangka Akbar Alamsyah Korban Tewas saat Demo di Gedung DPR

Bobotoh Menyayangkan Laga Persib Bandung Vs Persebaya Surabaya Dipindah ke Bali

Menurutnya pom bensin yang terbakar merupakan satu-satunya pom bensin yang ada di sekitaran Kelurahan Setu yang juga berbatasan dengan wilayah tempat tinggalnya.

"Lumayan susah sih. Sebab kalau mau isi bensin serba jauh. Mau ke Asrama Haji jauh, mau ke Sumir jauh dan mau ke Ceger lebih jauh lagi. Kalau dulu pas bensin motor sudah digaris merah bisa isi di situ, sekarang sebelum bensin digaris merah sudah harus punya persiapan isi bensin dulu. Sebab pom bensinnya kan sudah serba jauh," katanya.

Kendati demikian, keduanya turut prihatin atas apa yang terjadi di pom bensin tersebut.

Untuk diketahui, empat dispenser pom bensin tersebut terbakar bersama Daihatsu Grandmax sekira pukul 14.45 WIB kemarin.

Sebanyak 11 unit mobil pemadam kebakaran beserta 55 personil Sudin Penanggulangan Kebakaran Penyelamatan (PKP) Jakarta Timur dikerahkan untuk melakukan evakuasi.

Kepala Seksi Operasional Sudin Penanggulangan Kebakaran Penyelamatan (PKP) Jakarta Timur Gatot Sulaeman menuturkan penyalaan api diduga dipicu oleh pengemudi Grandmax yang saat pengisian BBM jenis Premium sedang bermain gadget.

Sumber: Tribun Jakarta
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved