Tiga Otak Bisnis Handphone Rekondisi di Tangerang Masih Buron, Ini Identitasnya

AKBP Dicky Ario menerangkan pihaknya sudah menggandeng pihak imigrasi untuk mencegah ketiganya kabur ke luar negeri

Tiga Otak Bisnis Handphone Rekondisi di Tangerang Masih Buron, Ini Identitasnya
TribunJakarta.com/Ega Alfreda
Penggerebekan industri rumahan handphone rekondisi di Ruko De Mansion Alam Sutera, Pinang, Kota Tangerang oleh Polres Metro Tangerang Kota, Jumat (6/9/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG - Jajaran Satreskrim Polres Metro Tangerang Kota masih mengejar dan mengintai pergerakan tiga orang pemilik industri rumahan handphone rekondisi di Ruko De Mansion, Alam Sutera, Kota Tangerang.

Diketahui ketiga dalang pabrik tersebut berinisial ALX, ST, dan DNS.

Kasatreskrim Polres Metro Tangerang Kota, AKBP Dicky Ario menerangkan pihaknya sudah menggandeng pihak imigrasi untuk mencegah ketiganya kabur ke luar negeri.

"Masih dalam pengejaran sampai saat ini," ujar Dicky saat dikonfirmasi, Sabtu (12/10/2019).

Menurut Dicky, ketiganya merupakan warga negara Indonesia (WNI).

Namun, petugas sudah terlebih dahulu menangkap empat warga negara Cina dan 10 WNI di industri rumahan tersebut pada bulan lalu.

"Sebelumnya kan ada 14 orang sudah kita tangkap, empat diantaranya itu WNA yang perannya sebagai pengawas dan 10 WNI sebagai pekerja lapangannya," terang Dicky.

Diketahui, industri rumahan handphone rekondisi tersebut dapat meraup omzet hingga Rp 300 miliar setiap bulannya.

Tiap Akhir Pekan Warga Setu Manfaatkan Area Waduk Tiu untuk Berjualan

Arie Untung Dukung Anies Baswedan untuk Menggalakkan Kegiatan Bersepeda di DKI Jakarta

Dengan menjual handphone rekondisi dari berbagai merek seperti Samsung, Apple, Xiaomi, Oppo dan merek bergengsi lainnya.

Bisnis haram ini sudah dilakoni pelaku selama empat tahun dari 2016 awal.

"Kita mengamankan ribuan HP dari merek terkenal. Belum kita hitung semua totalnya. Keuntungan yang mereka dapatkan dari penjualan satu HP berkisar Rp 500 sampai Rp 1 juta," ujar Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Abdul Karim, di lokasi penggerebakan, Jumat (6/9/2019).

Dalam menjalankan bisnisnya, kelompok ini sengaja mendatangkan handphone bekas dari Cina dan pasar lokal di Indonesia.

Di ruko sewaan ini, mereka menyulap gawai yang sudah soak menjadi seakan baru.

Penulis: Ega Alfreda
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved