Penangkapan Terduga Teroris

Warga Bambu Larangan Cengkareng Sebut Terduga Teroris TH Sosok Tertutup

Mereka tak menduga polisi datang untuk menggeledah rumah salah satu warga yang diduga terlibat dalam kelompok teroris.

Warga Bambu Larangan Cengkareng Sebut Terduga Teroris TH Sosok Tertutup
TribunJakarta.com/Elga Hikari Putra
Tempat tinggal orangtua TH di RT 01 RW 05, Bambu Larangan, Cengkareng, Jakarta Barat. 

"Kayak buku jihad gitu tebel bukunya. Saya atau adiknya enggak pernah baca, cuma dia aja yang baca. Kalau dulu tiap hari baca, tapi kalau sekarang karena udah kerja enggak tiap hari," ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, TH diduga terlibat dalam kelompok media sosial yang mendukung ISIS atau Daulah dan diduga berbaiat kepada Al Baghdadi bersama dengan kelompok Abu Zee.

Kemudian, TH juga diduga mengikuti idad di Taman dan Lapangan perumahan Puri Cendana serta diduga mengetahui perencanaan aksi amaliyah yang dilakukan kelompok Abu Zee.

Berubah setelah baca buku tentang jihad

Yuspian (49) menyebut perilaku anak pertamanya, Taufik Hidayat alias TH (20) mulai berubah sejak masih bersekolah SMK pada Tahun 2015.

Hal tersebut semenjak TH memiliki bendera dan buku panduan jihad yang diduga berafiliasi dengan kelompok teroris ISIS.

Kedua benda itu pun telah disita tim Densus 88 Antiteror Polri sebagai barang bukti saat menggeledah tempat tinggal Yuspian di RT 01 RW 05 Bambu Larangan, Cengkareng, Jakarta Barat pada Jumat (11/10/2019).

"Dia punya bendera sama buku itu dari pas SMK kelas I Tahun 2015. Kalau benderanya disimpan aja di lemari enggak pernah dibawa-bawa, tapi kalau bukunya dulu sering dia baca," kata Yuspian saat berbincang dengan TribunJakarta.com di rumahnya, Sabtu (12/10/2019).

Sempat Dilarang

Kendati hanya melihat dari sampulnya, Yuspian sempat meminta TH tak mempelajari buku tersebut.

Sebab, ia takut bahwa buku yang dipelajari TH akan membuat sang anak terpapar paham radikal, seperti yang ia ketahui dari pemberitaan.

Namun bukannya menurut, TH disebutnya malah membangkang.

"Waktu itu sudah pernah saya larang, kayanya tulisan kayak gini dilarang, tapi sama dia masih disimpan aja itu. Jadi kalau kita bilangin itu malah galakan dia," kata Yuspian.

Yuspian sendiri tak mengetahui dari mana sang anak mendapatkan buku tersebut.

Sebab, sang anak selalu menghindar bila ditanyakan terkait buku-buku bacaannya.

"Bahkan hapenya dia itu enggak boleh ada yang pegang selain dia, kalau dipegang adiknya aja dia langsung marah," kata Yuspian.

Penulis: Elga Hikari Putra
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved