Ikut Penjaringan Cawalkot di Beberapa Partai, Sekda Tangsel Masih Lama Mundur dari ASN

Sekda Tangerang Selatan (Tangsel), Muhamad, terus bergeliat demi calon wali kota (cawalkot) di Pilkada Tangsel.

Ikut Penjaringan Cawalkot di Beberapa Partai, Sekda Tangsel Masih Lama Mundur dari ASN
TRIBUNJAKARTA.COM/JAISY RAHMAN TOHIR
Sekretaris Daerah (Sekda) Tangerang Selatan (Tangsel), Muhamad, di Kantor Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PKB Tangsel, Bambu Apus, Tangsel, Minggu (13/10/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNJAKARTA.COM, PAMULANG - Sekretaris Daerah (Sekda) Tangerang Selatan (Tangsel), Muhamad, terus bergeliat demi mencapai ambisinya menjadi wali kota, dengan mengikuti berbagai penjaringan calon wali kota (cawalkot) yang digelar beberapa partai peserta pemilu.

Sampai saat ini, Muhamad sudah mengembalikan formulir pendaftaran sebagai calon Tangsel 1 ke PDIP dan PKB.

Muhamad sadar dirinya harus menanggalkan seragam coklatnya sebagai aparatur sipil negara (ASN) untuk maju pada Pilkada Tangsel 2020 mendatang.

Terungkap Percakapan 4 Pemeran Video Panas Vina Garut Ketika Beradegan Ranjang, AG Melihat Mimik V

Namun Muhamad tidak akan mundur dari ASN dalam waktu dekat jika mendengar pernyataannya di Kantor Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PKB Tangsel, Bambu Apus, Tangsel, Minggu (13/10/2019).

"Ya, nanti begitu ditetapkan pasangan calon oleh KPU, itu tentu wajib mundur, tentu saya akan persiapkan dari sekarang. Untuk mundur ya enggak masalah," ujar Muhamad.

Seperti diberitakan TribunJakarta.com sebelumnya, tahapan penetapan pasangan calon baru akan dilalui pada 8 Juli 2020.

Bahkan jika ditarik lebih dini ke pendaftaran calon, tetap masih cukup lama, yaKni pada 16-18 Juni 2020.

Muhamad siap dengan konsekuensi kalah walaupun sudah lepas dari status ASNnya.

Ia tidak akan menyesali sisa empat tahunnya yang sebenarnya masih bisa digunakan untuk mengabdi sebagai ASN jika ia tidak mencalonkan diri.

Istrinya Nyinyir Terkait Penikaman Wiranto, Peltu YNS Ditahan 14 Hari, Sang Istri Buat Pengakuan

"Ya tidak masalah, kalaupun kalah kita berhenti, ya berhenti, sudah konsekuensi politik kan," ujarnya. (*)

Penulis: Jaisy Rahman Tohir
Editor: Suharno
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved