Abdul Basir Akui Aniaya Ninoy Karundeng, PA 212: Salah Harus Dihukum, Bebaskan yang Tak Bersalah

Abdul Basyir Mokodongan yang mengaku melakukan penganiayaan di dalam masjid kepada relawan Jokowi, Ninoy Karundeng beberapa waktu lalu.

Abdul Basir Akui Aniaya Ninoy Karundeng, PA 212: Salah Harus Dihukum, Bebaskan yang Tak Bersalah
TRIBUNJAKARTA.COM/DIONISIUS ARYA BIMA SUCI
Ketum Persaudaraan Alumni (PA) 212 Slamet Maarif di Masjid Sunda Kelapa, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (13/10/2019). 

Doa bersama ini digelar pascapenetapan sebagai tersangka dan penahanan terhadap Sekjen PA 212 Bernard Abdul Jabar beberapa waktu lalu.

"Hari ini kita mulai kembali mengetuk pintu langit untuk mendoakan pejuang-pejuang kita, ustad kita, aktivis kita yang kemarin sudah mengalami kriminalisasi," ucap Ketua Umum PA 212 Slamet Maarif, Minggu (13/10/2019).

Ia pun sangat mengecam penetapan dan penangkapan Bernard yang dituduh terlibat dalam tindak penganiayaan terhadap relawan Jokowi, Ninoy Karundeng.

Setelah Kalah dari China, Timnas U23 Indonesia Kalah Tipis dari Yordania di Turnamen CFA

Menurutnya, Sekjen PA 212 itu sama sekali tidak terlibat kontak fisik dengan relawan Jokowi itu.

"Kami sangat menyayangkan, mengecam penetapan beliau sebagai tersangka. Beliau betul-betul menyelematkan Ninoy dari amukan massa yang ada di luar," ujarnya.

Slamet Maarif pun meminta pihak kepolisian bersikap profesional dan transparan dalam melakukan penyelidikan.

"Kita minta kepada pihak kepolisian untuk membuka CCTV bahwa Ninoy datang ke situ mengendari sepeda motor," kata Slamet Maarif.

"Sekaligus buka juga CCTV, videonya siapa yang menggandeng Ninoy. Kemudian, mununjukkan identitas Ninoy dan mengatakan cebong," tambahnya menjelaskan.

Guna mendamping proses hukum yang dijalani oleh Bernard, Slamet Maarif pun menyebut pihaknya telah menyiapkan 100 pengacara.

"Kami akan dampingi secara hukum dan kami telah siapkan 100 lawyer nanti untuk Ustad Bernard dan aktivis lainnya," tuturnya.

Tak sampai di situ, Slamet Maarif pun menyerukan kepada umat muslim di seluruh Indonesia untuk menggelar doa bersama demi keselamatan para ulama dan aktivis lainnya yang ditahan pihak kepolisian.

"Di daerah-daerah kita anjurkan untuk membentuk acara seperti ini, acara munajat mengetuk pintu langit agar Allah selamatkan bangsa dan negara yang kita cintai ini," ucapnya. (*)

Penulis: Dionisius Arya Bima Suci
Editor: Siti Nawiroh
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved