Breaking News:

Bebatuan Sebesar Gajah Timpa Kampung di Purwakarta, Ini Nasib Penambang dan Reaksi Pemprov Jabar

Bebatuan sebesar gajah timpa kampung di Purwakarta, ini nasib penambang dan reaksi Pemprov Jabar.

Penulis: Y Gustaman | Editor: Y Gustaman
Dok BPBD Purwakarta
Batu besar dari aktivitas peledakan batu merusak sejumlah rumah warga di Kampung Cihandeleum, RT 009/RW 005, Desa Sukamulya, Kecamatan Tegalwaru, Kabupaten Purwakarta. 

"Suaranya begitu gemuruh dan dahsyat. Suaranya brak, seperti tembakan, cepat. "Saya sudah di luar lalu memanggil masyarakat sambil menjerit-jerit memberitahu," ucap dia.

Selain rumah hancur, benda-benda di dalam rumahnya rusak parah. Di antaranya kulkas, laptop, printer, dan seluruh perabotan dapur. Termasuk pakaian, handycam, kamera digital, lemari, dan lain sebagainya.

"Ini rumah rusak berat, enggak bakalan bisa disambung karena hancur," terang Dodi.

Ia menaksir mengalami kerugian hingga ratusan juta melihat kondisi rumah dan perabotan yang hancur.

"Rugi dihitung sementara bisa ratusan juta lebih. Bangun rumah seperti ini lagi sudah berapa totalnya," kata dia.

Seharusnya, kata Dodi, pihak perusahaan bisa memperhitungkan dampak yang akan terjadi. Bukan hanya persoalan materi tetapi nyawa warga yang terancam.

"Demi keselamatan warga kami di sini, tolonglah keteledoran dan kecerobohan yang dilakukan oleh perusahaan jangan sampai terulang kembali seperti ini lagi," kata dia.

Reaksi Pemprov Jabar

Pemerintah Provinsi Jawa Barat masih menunggu hasil investigasi inspektur tambang menyikapi insiden longsor batu di Kampung Cihandeuleum.

Muasal batu yang jatuh menimpa kampung tersebut dampak dari pertambangan PT Mandiri Sejahtera Sentra (MSS) yang terjadi Selasa (8/10/19) lalu.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved