Breaking News:

Curhat Keluarga Korban Kecelakaan, Dipepet Makelar Ambulans Bayar Rp 500 Ribu, Begini Modusnya

Padahal, setengah jam sebelumnya, keluarga korban sudah membayar uang pengurusan jenazah (biaya forensik dan pemulasaraan jenazah) lebih kurang Rp 2,3

TRIBUN BALI/I MADE ARDIANGGA
ilustrasi ambulans 

Padahal, jenazah dibawa dari lokasi kejadian ke kamar jenazah diangkut oleh ambulans milik RS pemerintah tersebut.

"Jenazahnya dievakuasi oleh ambulans kami," ujar Yudi (40), sopir ambulans forensik rumah sakit pemerintah tersebut, saat ditemui di halaman Gedung Forensik RS Hasan Sadikin, Bandung, Selasa (8/10).

Jam Pelantikan Presiden dan Wapres Terpilih Minggu (20/10) & Hal yang Dilakukan Jokowi Setelahnya

Fakta itu diperkuat oleh kesaksian seorang staf Bagian Pelayanan PT Jasa Raharja Bandung, Oloan Sembiring.

Saat kejadian kecelakaan lalu lintas itu pada 1 Oktober, sejumlah pegawai PT Jasa Raharja tengah berada di lokasi kejadian.

"Setelah saya konfirmasi, saat itu jenazah yang bersangkutan dievakuasi menggunakan ambulans RSHS,” kata Oloan.

Tribun mencoba menggali informasi mengenai uang jasa ambulans Rp 500 ribu tersebut dan mendapati fakta bahwa ternyata ada jaringan relawan berkedok makelar ambulans di beberapa rumah sakit di Bandung.

Makelar ini cukup terorganisasi. Ini terbukti dari jalinan komunikasi yang kuat di antara anggotanya.

Secara umum modus mereka adalah setiap mengetahui kecelakaan atau musibah dengan korban tewas, mereka mendatangi lokasi kejadian.

Kemudian mereka menawarkan ambulans untuk mengevakuasi korban atau menawarkan jasa pengawalan ambulans ke rumah duka atau ke rumah sakit terdekat.

Setelah tiba di rumah sakit atau rumah duka, mereka meminta uang jasa.

Halaman
1234
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved