Dikenal Sejak Tahun 90-an, Gewart Dago Halim Andalkan Pembeli dari Warga yang Melintas

Gewart Dago merupakan warung nasi prasmanan yang di mana pembeli bisa mengambil makanannya sendiri tanpa dilayani pemilik

Dikenal Sejak Tahun 90-an, Gewart Dago Halim Andalkan Pembeli dari Warga yang Melintas
TribunJakarta.com/Nur Indah Farrah Audina
Suasana di Gewart Dago, warteg prasmanan di Jalan Skadron, Makasar, Jakarta Timur 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina

TRIBUNJAKARTA.COM, MAKASAR - Gewart Dago andalkan pembeli dari warga yang melintas.

Gewart Dago merupakan warung nasi prasmanan yang di mana pembeli bisa mengambil makanannya sendiri tanpa dilayani pemilik dan karyawannya.

Letaknya di Jalan Skadron, Makasar, Jakarta Timur dan tepat disebrang Kantor Kelurahan Halim membuat Gewart Dago selalu ramai dikunjungi pembeli.

Sofiyah (61) pemilik warung makan tersebut menuturkan dalam sehari 50 kg beras pasti habis.

Meskipun lokasinya berdekatan dengan Kantor Kelurahan Halim, ia justru mengatakan pembelinya justru kebanyakan dari orang yang melintas.

"Di sini enggak ada pabrik. Biar pun ada yang kerja di kelurahan tetap yang banyak ke sini justru dari luar," ucapnya di Makasar, Senin (14/10/2019).

Selain itu, tak pernah sepinya warung makan tersebut juga dipercaya Sofiyah karena bumbunya yang tak pernah berubah.

Ia bersikeras mempertahankan cita rasa tiap masakannya guna mempertahankan pelanggannya.

Jaga Situasi Damai, Masyarakat Penegak Demokrasi Ajak Sukseskan Pelantikan Jokowi-Maruf

Bersama Cucunya, Wakil Presiden Jusuf Kalla Kembali Jenguk Wiranto di RSPAD Gatot Soebroto

Laga Kandang Rasa Tandang untuk Maung Bandung, Kapten Persib Tak Mengeluh: Mental Bermain Harus Siap

"Meskipun banyak dari orang yang lewat, mereka bisa tertarik balik lagi karena rasanya tidak berubah. Jadi resep tetap dari saya, karyawan tinggal masak aja," sambungnya.

Dari hasil merintis usaha warung nasi ini, Sofiyah bisa membangun rumah di kampung halamannya dan mengunjungi Tanah Suci.

Ia juga tak lagi mengandalkan pemasukan dari pemberian anak-anaknya. Sebab sejak tahun 1990-an Gewart Dago sudah mulai dikenal orang.

Ia juga mengatakan mantan calon Gubernur DKI Jakarta, Hidayat Nur Wahid dan sejumlah caleg lainnya pernah singgah untuk sekedar makan di Gewart Dago.

Penulis: Nur Indah Farrah Audina
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved