Breaking News:

Menkopolhukam Wiranto Diserang

Hermawan Sulistyo Ungkap Motif Sebenarnya Penusukan Wiranto, Polisi Sebut Pelaku Tertekan Karena Ini

Menurutnya, sosok Wiranto bukanlah musuh kelompok garis keras mengingat keluarganya yang religius dan dekat dengan agama.

Penulis: Kurniawati Hasjanah | Editor: Siti Nawiroh
Istimewa
Wiranto ditusuk oleh orang tak di kenal pada Kamis (10/10/2019). Kejadian penusukan Wiranto itu terjadi di Alun-alun Menes, Pandeglang, Banten. 

Taklim khusus tersebut diistilahkan mereka sebagai tahapan orang-orang yang sudah mendapat penilaian cukup kuat dari tokoh perekrutnya untuk bergabung sebagai simpatisan.

Adapun tahapan pertama merupakan tahap perencanaan awal yang berupa membangun komunikasi intens baik langsung (verbal) maupun tidak langsung (melalui media sosial).

"Di situ ada tokoh yang biasa rekrutmen kepada orang-orang yang memiliki simpati kepada perjuangan ISIS," kata dia.

Kemudian tahapan kedua diistilahkan mereka sebagai taklim umum, berupa ajaran-ajaran cara menyerang untuk mematangkan sisi mental dan spiritual yang bersangkutan.

Selanjutnya, ada dua tahapan lainnya yang harus mereka lalui agar bisa melakukan aksi penyerangan mereka kepada target, dalam hal ini adalah pemerintah dan kepolisian.

Jaringan Teroris yang Nikahkan Penusuk Wiranto

Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror menjemput seorang terduga teroris jaringan Abu Zee dan Abu Rara di Bandar Lampung, Minggu (13/10/2019) sekitar pukul 07.00 WIB.

Pria dengan inisial NAS (45) ini menyerahkan diri ke kantor Khilafatul Muslimin saat sedang menjenguk anak di Bandar Lampung.

NAS sendiri tinggal di daerah Bekasi, Jawa Barat.

Diketahui, Abu Zee merupakan orang yang menikahkan penyerang Menko Polhukam Wiranto yakni, Abu Rara dan Fitri Andriana.

Abu Zee juga pimpinan kelompok JAD Bekasi.

Sementara Abu Rara sendiri merupakan penyerang utama Wiranto di Pandeglang, Banten, Kamis (10/10/2019).

Densus 88 jemput terduga teroris jaringan Abu Zee di Lampung. Tribunlampung.co.id/Hanif Mustafa
Densus 88 jemput terduga teroris jaringan Abu Zee di Lampung. Tribunlampung.co.id/Hanif Mustafa (.ribunlampung.co.id/Hanif Mustafa)

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan, NAS terlibat dalam kelompok media sosial pendukung ISIS atau Daulah.

Dia juga diketahui berbaiat kepada Al Baghdadi bersama dengan kelompok Abu Zee.

"Dia berbaiat kepada Al Baghdadi bersama dengan kelompok Abu Zee. Bahkan, dia juga pernah membahas tentang khilafah bersama dengan kelompok Abu Zee," kata Argo, Minggu.

Argo mengungkapkan, NAS juga merupakan ustaz dari organisasi bernama Khilafatul Muslimin.

"(Yang bersangkutan) merupakan ustaz dari Khilafatul Muslimin," ujar Argo.

Saat penggeledahan kontrakan NAS di daerah Tambun, Bekasi, Jawa Barat, Minggu (13/10/2019), polisi menemukan sejumlah barang bukti terkait ISIS di antaranya buku panduan jihad, delapan dabiq buku ISIS, sebuah buku Al Khilafah.

Jumat lalu, polisi juga menangkap terduga teroris anggota kelompok Abu Zee, berinisial TH di sebuah rumah di Jalan Bambu Larangan, Cengkareng, Jakarta Barat.

Polisi mengumpulkan sejumlah barang bukti, yakni cairan kimia, bahan peledak, anak panah, busur panah, senjata rakitan, senjata angin, buku panduan, dan arang dari rumah terduga teroris di Jamblang Cirebon. Tribun Jabar/Hakim Baihaqi
Polisi mengumpulkan sejumlah barang bukti, yakni cairan kimia, bahan peledak, anak panah, busur panah, senjata rakitan, senjata angin, buku panduan, dan arang dari rumah terduga teroris di Jamblang Cirebon. Tribun Jabar/Hakim Baihaqi (Tribun Jabar/Hakim Baihaqi)

Dalam penggerebekan di kediaman TH, polisi menemukan sejumlah barang bukti, termasuk dua buah bendera, satu ikat kepala, dua topi, dan satu lembar foto pahlawan pembela Islam.

Mereka juga menemukan tujuh buah buku, tiga bundel catatan, delapan kertas catatan ISIS, serta sebilah pisau lipat di dalam tas selempang hitam yang digunakan TH.

Sementara pimpinan Khilafatul Muslimin di Bandar Lampung, Khalifah Abdul Baraja mengakui, jika ada salah satu jamaah berinisial NAS dibawa oleh Densus 88.

"Ya, dicurigai. Awalnya kami dapat informasi, dan namanya disebut, maka saya panggil, dan tadi dibawa oleh polisi," terangnya.

Sejumlah petugas saat melakukan penggeledahan rumah terduga teroris di Kelurahan Panjunan, Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon, Minggu (13/10/2019) malam
Sejumlah petugas saat melakukan penggeledahan rumah terduga teroris di Kelurahan Panjunan, Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon, Minggu (13/10/2019) malam (Tribun Jabar/Ahmad Imam Baehaqi)

Khalifah Abdul Baraja pun membantah jika NAS menyerahkan diri, namun lebih tepatnya memberi keterangan ke pihak berwajib.

"Yang bersangkutan tidak tahu apa-apa, dan dia tidak merasa pelarian," tuturnya.

"Jadi kecurigaan ini karena memang dia (NAS) aktif di Medsos, di Facebook, dan sering berbalas komentar dengan (terduga teroris) yang (diamankan) di Jakarta," terangnya.

Selengkapnya di sini:

(TribunJakarta/Kompas/TribunLampung)

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved