Penangkapan Terduga Teroris

Jadi Tempat Transit Strategis, Ditambah Sewa Kontrakan Murah Faktor Bekasi Favorit 'Sarang' Teroris

"Bekasi memiliki jumlah penduduk yang padat, menjadi tempat transit yang ideal, seperti Tambun misalnya punya kepadatan penduduk yang sangat besar."

Jadi Tempat Transit Strategis, Ditambah Sewa Kontrakan Murah Faktor Bekasi Favorit 'Sarang' Teroris
TRIBUNJAKARTA.COM/YUSUF BACHTIAR
Rumah kontrakan terduga teroris NAS di Kampung Rawa Kalong, Desa Karang Satria, RT002/04, Tambun Utara, Bekasi. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI - Densus 88 Antiteror belakangan sering melaksanakan operasi penangkapan terduga teroris di wilayah Bekasi.

Kondisi membuat bekasi tak ubahnya menjadi 'sarang' kelompok radikal yang bergerak secara masiv menebar teror di beberapa tempat khususnya di Indonesia.

Terkahir, aksi teroris terjadi menyasar Menkopolhukam Wiranto saat melakukan kunjungan ke wilayah Pandegelang, Banten. Mantan Panglima TNI itu ditikam menggunakan kunai oleh terduga teroris berinisial SA alias Abu Rara.

Polisi menduga Abu Rara merupakan bagian dari kelompok Jamahaah Ansharut Daulah (JAD) Bekasi pimpinan Abu Zee yang diringkus Densus 88 pada 23 September 2019 lalu bersama sejumlah anggotanya.

Belum cukup sampai di situ, seorang terduga teroris berinisial NAS (45), pada Minggu (13/10) kemarin, dilaporkan telah menyerahkan diri di Bandar Lampung. Ia adalah anggota JAD Bekasi yang sempat bermukim di sebuah rumah kontrakan di daerah Tambun Utara, Kabupaten Bekasi.

Pada hari yang sama, Densus 88 Antiteror dan Polres Metro Bekasi langsung melakukan penggeledahan di rumah kontrakan yang beralamat di Kampung Rawa Kalong, Desa Karang Satria, RT002/04.

Penggeledahan rumah kontrakan terduga teroris di Tambun Utara Bekasi, Minggu (13/10/2019) kemarin.
Penggeledahan rumah kontrakan terduga teroris di Tambun Utara Bekasi, Minggu (13/10/2019) kemarin. (TRIBUNJAKARTA.COM/YUSUF BACHTIAR)

Hasilnya, Polisi mengamankan satu orang berinsial H (20) diduga anak dari terduga teroris NAS, berserta barang bukti buku-buku tentang ajaran tauhid, khilafah dan paham ISIS.

Kapolres Metro Bekasi, Kombes Pol Candra Sukma Kumara, mengatakan, terdapat beberapa faktor yang membuat Bekasi menjadi lokasi transit para terduga teroris. Salah satunya ialah, wilayah setempat memiliki letak yang strategis.

"Bekasi memiliki jumlah penduduk yang padat, menjadi tempat transit yang ideal, seperti Tambun misalnya punya kepadatan penduduk yang sangat besar ditambah kos-kosan murah," kata Candra.

Halaman
1234
Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved