Ketua DPRD DKI Sebut Buruknya Komunikasi PKS dan Gerindra Jadi Alasan Molornya Pemilihan Wagub

"Sebenarnya Wagub DKI itu sudah selesai kalau partai pengusung ini mau berkonsolidasi diantara mereka," ucapnya

Ketua DPRD DKI Sebut Buruknya Komunikasi PKS dan Gerindra Jadi Alasan Molornya Pemilihan Wagub
Instagram @prasetyoedimarsudi
Prasetyo Edi Marsudi 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Ketua DPRD DKI Jakarta yang baru saja dilantik, Prasetyo Edi Marsudi mengungkap alasan belum ditentukannya Wakil Gubernur DKI Jakarta pendamping Anies Baswedan.

Menurutnya, kurangnya komunikasi antara kedua partai pengusung Anies, yaitu Partai Gerindra dan PKS menjadi salah satu penghambat dalam proses pemilihan Wagub.

"Sebenarnya Wagub DKI itu sudah selesai kalau partai pengusung ini mau berkonsolidasi diantara mereka," ucapnya, Senin (14/10/2019).

Sebelum menyerahkan nama calon Wagub yang benar-benar akan diusulkan, Pras pun menyarankan kedua partai tersebut untuk saling berdiskusi satu sama lain.

"Masih ada sedikit komunikasi yang terhambat para Fraksi Gerindra dan PKS," ujarnya di DPRD DKI, Kebon Sirih, Jakarta Pusat.

"Cobalah mereka duduk bareng yang rapi, siapa orangnya yang akan dimajukan di paripurna," tambahnya menjelaskan.

Setelah diajukan dalam rapat paripurna, barulah bisa ditentukan siapa Wagub pengganti Sandiaga Uno yang akan menemani Gubernur DKI Anies Baswedan hingga 2022 mendatang.

"Silahkan nanti hasilnya di paripurna, apakah di iyakan atay tidak. Itu paripurna yang menentukan," kata Pras usai pelantikan dirinya sebagai Ketua DPRD DKI Jakarta periode 2019-2024.

Seperti diketahui, posisi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Sandiaga Uno mengundurkan diri pada Agustus 2018 lalu.

Istri Peltu YNS Tanda Tangan Surat Pernyataan, Unggah ke Medsos dalam Keadaan Sadar dan Berjanji Ini

Pembunuh Seorang Pemuda di Tangerang Karena Masalah Sepele Ternyata Mantan Narapidana

Bersama Cucunya, Wakil Presiden Jusuf Kalla Kembali Jenguk Wiranto di RSPAD Gatot Soebroto

Partai Gerindra dan PKS sebagai pengusung Anies-Sandi pada Pilgub 2017 lalu sebenarnya sudah mengajukan dua nama Wagub, yaitu Agung Yulianto dan Ahmad Syaikhu.

Namun, pemilihan Wagub DKI terhenti setelah masa bakti anggota DPRD DKI Jakarta periode 2014-2019 berakhir pada 26 Agustus 2019 lalu.

Kini, pembahasan Wagub DKI pun masih menunggu alat kelengkapan dewan (AKD) DPRD DKI Periode 2019-2024 ditetapkan.

Penulis: Dionisius Arya Bima Suci
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved