Pelaku Perampokan Rumah Emak-emak di Bekasi, Korban Dibekap Gunakan Obat Bius

Korban menceritakan, malam itu, seperti biasa, ia beranjak tidur sekitar pukul 22.00 WIB, rumah kontrakan yang dia dihuni memiliki tiga petak ruangan

Pelaku Perampokan Rumah Emak-emak di Bekasi, Korban Dibekap Gunakan Obat Bius
TribunJakarta/Yusuf Bachtiar
Caswati korban perampokan di Bekasi saat menunjukkan surat laporan polisi, Senin (14/10/2019) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, PONDOKGEDE - Aksi perampokan terjadi di sebuah rumah kontrakan di Jalan Kemang Sari 4, RT01/09, Kelurahan Jatibening Baru, Kecamatan Pondokgede, Kota Bekasi, Sabtu (12/10/2019) dini hari.

Korban bernama Caswati (50), mengatakan, pelaku yang berjumlah dua orang diduga menggunakan obat bius saat melancarkan aksinya. Hal ini dikarena, usai dibius pelaku, korban tak sadarkan diri.

Korban menceritakan, malam itu, seperti biasa, ia beranjak tidur sekitar pukul 22.00 WIB, rumah kontrakan yang dia dihuni memiliki tiga petak ruangan.

Ia tidur di ruangan kedua atau ruang tengah setelah pintu depan, dua ruangan lain merupakan ruang depan dan dapur plus kamar mandi.

Sekitar pukul 01.30 WIB, dia terbangun dari tidurnya dan langsung melihat dua orang tidak dikenal sedang mengobrak-abrik lemari pakaiaan.

"Saya sempet bangun, ada dua orang satu lagi obrak-abrik lemari, satu lagi berdiri di dekat tv," jelas dia.

Wanita berusia 50 tahun ini sempat ingin berteriak, namun upayanya digagalkan oleh satu orang pelaku yang sigap membekap mulut sambil satu tangnnya menahan tangan Caswati ke permukaan kasur.

"Tangan saya ditahan ke kasur satu, tapi yang ini sempet mukulin punggung, tapi dia (pelaku) yang satu, pegangin tangan saya lagi sampai akhirnya saya enggak sadar," imbuhnya.

Caswati menduga, saat dibekap itu, pelaku menggunakan obat bius. Sebab, dia sama sekali tidak tahun bagaimana ia bisa diikat dan kedua pelaku telah pergi meninggalkan rumah dengan membawa uang Rp 50 juta miliknya.

"Enggak tahu, pas dibekap ditangannya kaya pakai selampe, enggak inget kecium bau apa-apa, tahu-tahu saya enggak sadar bangun udah keikat," paparnya.

Gubernur Anies Masih Bungkam Soal Rencana Penataan Kampung Akuarium yang Pernah Digusur Ahok

Serupa PUBG Mobile, Call of Duty Mobile Bakal Hadirkan Mode Zombie

Tuntut Adanya Pagar Pembatas Keamanan Rumah Warga dengan Tol Kunciran, Sejumlah Orang Berunjuk Rasa

Menjelang subuh, dalam posisi masih terikat, ia baru benar-benar berhasil membuka pintu dan mengetuk tetangga samping kontrakan menggunakan kaki.

Tetangga yang kaget melihat kondisinya langsung berusaha menolong membukakan ikatan pada mulut, tangan dan kaki. Putranya, Taufik selanjutnya pulang dan melihat kondisi rumah dan ibundanya dalam keadaan kacau.

Kasus ini sudah dilaporkan ke Polres Metro Bekasi Kota, polisi sampai saat ini masih melakukan penyelidikan guna mengungkap dua orang pelaku.

Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved