Pemadam Jakarta Timur Evakuasi Anjing Warga yang Terlilit Rantai

Proses evakuasi tak sepenuhnya lancar karena rasa sakit akibat bagian kaki terlilit rantai membuat anjing jadi agresif dan sulit didekati.

Pemadam Jakarta Timur Evakuasi Anjing Warga yang Terlilit Rantai
Istimewa
Personel Sudin PKP Jakarta Timur saat mengevakuasi anjing yang kakinya terlilit rantai di Pulogadung, Jakarta Timur, Senin (14/10/2019)

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, PULOGADUNG - Personel Sudin Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (PKP) Jakarta Timur cukup dibuat kewalahan saat mengevakuasi seekor anjing yang terlilit rantai di wilayah Rawamangun.

Kasi Ops Sudin PKP Jakarta Timur, Gatot Sulaeman bagian kaki anjing malang itu terlilit rantai di permukiman warga Jalan Rawamangun Muka Barat, Kecamatan Pulogadung.

"Keterangan dari warga saat anjingnya garuk-garuk kepala rantai menjepit di sendi kaki belakang. Jadi kaki anjingnya tergencet kesakitan," kata Gatot di Pulogadung, Jakarta Timur, Senin (14/10/2019).

Gatot menuturkan pihaknya mendapat laporan sekira pukul 19.15 WIB dan bergegas mengerahkan satu unit light rescue berikut lima personel.

Proses evakuasi tak sepenuhnya lancar karena rasa sakit akibat bagian kaki terlilit rantai membuat anjing jadi agresif dan sulit didekati.

"Anggota terkendala karena anjingnya agresif. Kita mulai evakuasi sekira pukul 19.36 WIB, selesai pukul 20.03 WIB. Alhamdulillah evakuasi berhasil, anggota juga enggak ada yang luka," ujarnya.

Cerita Hendar, Driver Ojol yang Motornya Hilang saat Antar Pesanan Fiktif Hingga Didatangi Awkarin

Setelah evakuasi dengan cara memotong rantai menggunakan gergaji mesin berukuran kecil, anjing diserahkan kepada pemiliknya.

Personel Sudin PKP Jakarta Timur sendiri sebelumnya kerap menerima permintaan evakuasi hewan dari masyarakat.

Sedari evakuasi kucing, ular, biawak, hingga sarang Tawon Ndas yang sengatannya pernah merenggut nyawa tujuh warga Klaten.

"Warga yang melaporkan kebakaran dan penyelamatan bisa menghubungi ke nomor 112, atau 021 8590 4904. Bisa juga telpon atau Whatsapp ke 0822 9797 0113. Semua gratis, enggak dipungut biaya," tuturnya.

Penulis: Bima Putra
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved