Divonis Bebas, Wanita Penyebar Video Viral Penggal Kepala Jokowi Tiba di Rumah

"Maaf dulu ya, Mama belum bisa ditemuin dulu," kata Hilary anak kandung Ina saat ditemui di kediamannya.

Penulis: Yusuf Bachtiar | Editor: Erik Sinaga
TribunJakarta/Yusuf Bachtiar
Pintu gerbang komplek Grand Residence City kediaman Ina Yuniarti di Jalan Setu Bantargebang, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, SETU - Ina Yuniarti, wanita penyebar video viral ancaman penggal kepala Jokowi telah divonis bebas dalam sidang yang digelar Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin (14/10/2019) kemarin.

Hari ini, ibu dua anak itu telah diizinkan pulang ke rumahnya di Perumhan Grand Rseidence City, Cluster Rapanca II, RT02, RW14, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi, Selasa (15/10/2019).

TribunJakarta.com berusaha menyambangi rumah Ina, di sana nampak beberapa orang tetangga yang bersimpati menyambut kedatangannya.

Namun sayang, ia masih belum dapat dimintai tanggapan terkait vonis bebas dan dapat kembali berkumpul setelah ditangkap dan ditahan di Rumah Tahanan Pondok Bambu Jakarta, sejak 15 Mei 2019 lalu.

"Maaf dulu ya, Mama belum bisa ditemuin dulu," kata Hilary anak kandung Ina saat ditemui di kediamannya.

Hilary sendiri tidak memberikan keterangan secara gamblang mengapa ibundanya belum mau dijumpai awak media. Seorang petugas keamanan justru datang dan memberitahu bahwa sudah ada beberapa wartawan yang berusaha datang namun tidak diperkenankan masuk.

Bunga Suweg Mekar di Depok, Warga Pasang Biaya Perawatan Seikhlasnya

Awak Kapal yang Tenggelam di Tanjung Priok Belum Ditemukan: Tas Berisi Buku Tabungan Ditemukan

Terancam Tak Terima Gaji Selama 6 Bulan, DPRD DKI Kebut Pembahasan APBD 2020

"Tadi juga ada dua orang wartawan ke sini, cuma Ibu Ina masih belum berkenan, maaf ya mas," ungkap seorang petugas keamanan.

Ina berdasarkan putusan hakim, divonis bebas atas tuntutan pasal 45 ayat 4 undang-undang RI nomor 11 tahun 2008, tentang informasi dan transaksi elektronik (ITE), ancaman kurungan penjara enam tahun enam bulan.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved