Marak Kecelakaan Truk yang Timbulkan Korban Jiwa, Pemkot Tangsel Kaji Pembatasan Jam Operasional

Upaya sementara meminimalisir terjadinya kecelakaan adalah dengan mempertebal pengaturan lalu lintas oleh Dishub

Marak Kecelakaan Truk yang Timbulkan Korban Jiwa, Pemkot Tangsel Kaji Pembatasan Jam Operasional
TribunJakarta/Jaisy Rahman Tohir
Sebuah truk pembawa batu koral yerguling di bilangan Jalan Raya Siliwangi, Pamulang, Tangerang Selatan (Tangsel) dan menutup akses menuju Jalan Beringin Raya pada Sabtu dini hari (5/10/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG SELATAN - Truk besar seolah menjadi momok di Tangerang Selatan (Tangsel). Beberapa kecelakaan kendaraan pengangkut itu mengakibatkan korban luka bahkan jiwa.

Belum lagi kecelakaan tunggal yang sering kali menghambat arus lalu lintas.

Hal itu sudah lama menjadi protes dan kritikan masyarakat.

Peraturan Wali Kota (Perwal) nomor 3 tahun 2012 baru membatasi jam operasional truk tronton mulai pukul 22.00 WIB sampai 05.00WIB khusus Jalan Raya Pahlawan Seribu.

Sedangkan jalan-jalan lain belum termasuk. Namun, kecelakaan truk juga marak terjadi di titik jalan lain di Tangsel.

Yang terbaru adalah di Jalan Graha Raya Bintaro, satu orang pemotor tewas setelah terlindas truk pengangkut tanah, pada Senin (14/10/2019).

Polres Pelabuhan Tanjung Priok Tangkap 7 Orang Pemalak Sopir Truk

Wakil Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie, mengatakan, sudah meminta kepada Dinas Perhubungan (Dishub) untuk mengkaji kemungkinan perluasan jalan yang akan dibatasi jam operasional truknya.

"Nanti kita lihat, kalau diperlukan perluasan pelarangan itu akan kita lakukan kita sudah minta Dishub untuk melakukan kajian, bukan di Graha saja, di daerah lain juga," ujar Benyamin saat dihubungi TribunJakarta.com, Selasa (15/10/2019).

Upaya sementara meminimalisir terjadinya kecelakaan adalah dengan mempertebal pengaturan lalu lintas oleh Dishub.

"Kita mempertebal diterjunkannya petugas dari Dishub di ruas-ruas tertentu kita tambah, dari dua orang menjadi empat orang untuk melakukan pengaturan lalu lintas truk besar," jelasnya.

Penulis: Jaisy Rahman Tohir
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved