Petugas Imigrasi di Tangerang Selatan Gelar Razia, Seorang Wanita Kepergok Sedang Bersama WNA

Novan mengatakan, wanita yang diduga memberikan fasilitas kepada WNA ilegal itu bisa diganjar hukuman pidana

Petugas Imigrasi di Tangerang Selatan Gelar Razia, Seorang Wanita Kepergok Sedang Bersama WNA
TribunJakarta.com/Jaisy Rahman Tohir
Seorang wanita terjaring razia imigrasi ketika berada satu kamar dengan seorang warga negara asing dari Nigeria di City Light Apartment Ciputat, Tangerang Selatan (Tangsel), Selasa (15/10/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNJAKARTA.COM, CIPUTAT - Seorang wanita terjaring razia imigrasi ketika berada satu kamar dengan seorang warga negara asing asal Nigeria di City Light Apartment Ciputat, Tangerang Selatan (Tangsel), Selasa (15/10/2019).

Wanita tersebut terlihat membela dirinya dan WNA asal Nigeria yang disebutnya sebagai suami.

"Enggak mau kaya gini Pak, saya capai, saya enggak ada uang sama sekali, mau apa lagi," ujar wanita itu saat diamankan petugas dari kamar nya yang bernomor C1612B.

Sang WNA lebih pasrah. Ia hanya diam dan sesekali berbicara pelan dengan petugas menggunakan bahasa Inggris.

"Kalau WNI bisa dikenakan dalam pasal yang dimaksud yaitu yang bersangkutan memberikan penampungan dan penginapan untuk mereka. Jadi WNI bisa dikenakan sanksi pidana," ujar Novan Indrianto, Kepala Seksie Intelejen dan Penindakan Imigrasi Tangerang, menjelaskan penangkapan wanita tersebut.

Lebih lanjut, Novan mengatakan, wanita yang diduga memberikan fasilitas kepada WNA ilegal itu bisa diganjar hukuman pidana.

Jaksa Agung Siap Terima Berkas Penusukan Wiranto, Pelaku Bisa Dikenakan Pasal Percobaan Pembunuhan

"Tindak pidana ringan kalau terbukti bersalah di pengadilan dia akan dikenakan kurungan 3 bulan atau denda 25 juta," ujarnya.

Selain si wanita, petugas Imigrasi Tangerang beserta jajaran dari berbagai instansi lain juga berhasil menjaring empat WNA asal Nigeria termasuk pria yang berada satu kamar dengan si wanita.

"Di apartemen City Lght di ciputat timur karena laporan masuk di tim pengawasan orang asing itu sendiri banyak kegiatan dari warga negara Afrika, khusunya Nigeria. Empat orang WNA nigeria dan satu WNI yang menampung memberikan fasilitas penginapan kepada mereka," ujarnya.

Keempat WNA itu tidak bisa menunjukkan pasportnya. Mereka diduga sudah melebihi masa izin tinggal.

"Warga negara yang melebihi izin tinggalnya lebih dari 60 hari itu kita kenakan deportasi. Deportasi semua. Untuk sementara tidak bisa kembali dulu ke Indonesia," ujarnya.

Penulis: Jaisy Rahman Tohir
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved