Alasan Kasat Lantas Polres Tangsel Usul Area Pembatasan Jam Operasional Truk Diperluas

Satuan Lantas Polres Tangerang Selatan (Tangsel) sudah sangat sering mengamankan truk-truk besar di titik-titik jalan protokol.

Alasan Kasat Lantas Polres Tangsel Usul Area Pembatasan Jam Operasional Truk Diperluas
Tribunjakarta.com/Jaisy Rahman Tohir
Sejumlah truk diamankan di Mapolres Tangsel, Serpong, Rabu (16/10/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNJAKARTA.COM, SERPONG - Satuan Lantas Polres Tangerang Selatan (Tangsel) sudah sangat sering mengamankan truk-truk besar di titik-titik jalan protokol.

Diberitakan TribunJakarta.com sebelumnya, keberadaan truk yang melintas di jam sibuk, utamanya pada pagi sampai sore hari sudah dikeluhkan masyarakat.

Tidak sedikit kasus kecelakaan truk yang mengakibatkan korban jiwa dan luka.

Kasat Lantas Polres Tangsel, AKP Lalu Hedwin Hanggara, mengatakan, pihaknya, bisa mengamankan 10 sampai 20 truk besar per hari.

Di luar Jalan Pahlawan Seribu yang sudah masuk dalam Perwal nomor 3 tahun 2012, untuk pembatasan jam operasional truk, pihaknya hanya menindak dari segi kelengkapan dokumen berkendara.

"Banyak, sehari, kita bisa mengamankan 10 sampai 20 truk," ujar Lalu di Mapolres Tangsel, Serpong, Rabu (16/10/2019).

Lalu sendiri mengaku sudah kesal dengan lalu lalang truk yang sering mengalami kecelakaan, di jam sibuk.

Ia mengaku sudah mengusulkan ke Dinas Perhubungan (Dishub) Tangsel untuk memperluas penerapan pembatasan jam operasional truk.

Berikut Tata Cara & Niat Salat Tahajud, Lengkap dengan Keutamaan Bagi yang Melaksanakannya

KPK OTT Walikota Medan: Aksi Kejar-kejaran, Protokol Berusaha Tabrak Perugas, Edy Angkat Bicara

"Kejadian-kejadian kecelakaan ini kan tidak hanya di Jalan Pahlawan Seribu. Saya sudah mengusulkan ke Dishub, apa istilahnya, diubah Perwalnya atau bagaimana," ujarnya.

Diketahui, dalam Perwal yang berlaku sejak 2012 itu, baru Jalan Pahlawan Seribu saja yang sudah ada pembatasan jam operasional truk, dari pukul 22.00 - 05.00 WIB.

"Kita kan enggak bisa nindak kalau enggak ada rambunya, pengadaan rambu harus ada peraturannya," tutupnya.

Penulis: Jaisy Rahman Tohir
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved