Belajar Lewat Mesin Pencarian Google, Sindikat Ini Gunakan Cuka dan Kaporit Daur Ulang Materai

Satu kasus di antaranya adalah Doni Hadidas (39) yang belajar mendaur ulang materai lewat Google.

Belajar Lewat Mesin Pencarian Google, Sindikat Ini Gunakan Cuka dan Kaporit Daur Ulang Materai
TRIBUNJAKARTA.COM/JAISY RAHMAN TOHIR
Penyitaan barang bukti cuka dan kaporit yang digunakan untuk mendaur ulang materai di Setu, Tangsel, Selasa (15/10/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNJAKARTA.COM, SETU - Google sebagai mesin pencari tidak hanya bisa dimanfaatkan untuk mencari ilmu untuk pengetahuan, melainkan bisa juga dimanfaatkan untuk berbuat kejahatan.

Satu kasus di antaranya adalah Doni Hadidas (39) yang belajar mendaur ulang materai lewat Google.

Doni bisa menyulap materai bekas, menjadi baru kembali dengan membersihkan sisa tanda tangan yang tertera di atasnya.

Tim Resmob Satreskrim Polres Tangsel berhasil meringkus Doni atas perbuatannya yang melanggar hukum itu.

Kepada Ipda Agam Tsaani Rachmat yang memimpin operasi penangkapan, Doni menunjukkan bagaimana cara mendaur ulang materai.

Materai bekas yang diambil dari kertas-kertas, dicuci menggunkan cuka dan kaporit, lalu dikeringkan.

"Dia belajar dari Google," ungkap Agam di Setu, Tangsel, Selasa (15/10/2019).

Pengeringan materai yang sudah dibersihkan itu bisa mencapai seharian penuh.

"Jadi dia menggunakan cuka dan kaporit," ujarnya.

Halaman
123
Penulis: Jaisy Rahman Tohir
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved