Dengarkan Suara Kader hingga Tentukan Arah Politik, Gerindra Gelar Rapimnas di Hambalang Hari Ini

Sekretaris Jenderal Partai Garindra Ahmad Muzani mengatakan, Rapimnas besok merupakan keputusan tertinggi setelah kongres partai.

Dengarkan Suara Kader hingga Tentukan Arah Politik, Gerindra Gelar Rapimnas di Hambalang Hari Ini
Warta Kota/adhy kelana/kla
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto melambaikan tangan sesaat sebelum memasuki pesawat terbang yang akan bertolak menuju Malaysia di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Sabtu (16/11). Prabowo berencana hadir dan mendampingi seorang Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Nusa Tenggara Timur, Wilfrida Soik menjalani persidangan di Malaysia yang terancam hukuman mati lantaran diduga membunuh majikannya. (Warta Kota/adhy kelana/kla) 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Seno Tri Sulistiyono

TRIBUNJAKARTA.COM, PALMERAH - Partai Gerindra akan menggelar rapat pimpinan nasional (Rapimnas), Rabu (16/10/2019).

Rapimnas digelar untuk menentukan arah politik Partai Gerindra ke depan.

Sekretaris Jenderal Partai Garindra Ahmad Muzani mengatakan, Rapimnas hari ini merupakan keputusan tertinggi setelah kongres partai.

Baca: Airlangga Hartarto Sebut Prabowo Subianto Sebagai Alumnus Terbaik Partai Golkar

Rapimnas akan dihadiri dewan pembina hingga ketua dan sekretaris DPC Partai Gerindra se-Indonesia.

"Pak Prabowo perlu mengumpulkan itu karena perlu mendengarkan suara kawan-kawan untuk bagaimana Gerindra ke depan," ujar Ahmad Muzani di DPP Partai Golkar, Jakarta, Selasa (15/10/2019).

Menurutnya, Prabowo yang juga sebagai Ketua Dewan Pembina Gerindra sebenarnya punya kekuatan penuh dalam mengambil keputusan politik ke dalam dan keluar.

Baca: Kaum Bumi Datar Gigit Jari, Astronaut Muslim Pertama Bersumpah Demi Allah Lihat Langsung Bumi Bulat

"Tetapi pak Prabowo merasa pengumumpulan orang-orang ini penting, supaya mereka merasa diajak dan akan diambil keputusan. Ini penting dikumpulkan," tuturnya.

Muzani menjelaskan, Gerindra membebaskan kadernya untuk menyampaikan pendapatnya terkait arah politik ke depan sebelum adanya keputusan tertinggi.

"Jadi siapa saja boleh beda pendapat. Tetapi kami punya tradisi, begitu ketua dewan pembina, orang yang memiliki mandat partai, mengambil keputusan maka semuanya taat," ucapnya.

Halaman
1234
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved