Menkopolhukam Wiranto Diserang

Jamin Tak Matikan Karier Anggota TNI AD yang Disanksi karena Istrinya, KSAD: Kesempatan Mereka Sama

Andika Perkasa mengatakan tujuh anggota TNI AD tersebut memiliki kesempatan yang sama dengan anggota TNI AD lain.

Jamin Tak Matikan Karier Anggota TNI AD yang Disanksi karena Istrinya, KSAD: Kesempatan Mereka Sama
Tribunnews.com/Wahyu Aji
Kiri ke kanan, Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal Andika Perkasa, Siti Hediati Hariyadi atau akrab disapa Titiek Soeharto, Letjen Doni Monardo di markas Kopassus, Cijantung, Jakarta Timur, Jumat (24/10/2014). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Gita Irawan

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal Andika Perkasa menjamin karier tujuh anggota TNI AD yang mendapat sanksi disiplin militer akibat unggahan di media sosial soal penikaman kepada Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto.

Andika Perkasa mengatakan tujuh anggota TNI AD tersebut memiliki kesempatan yang sama dengan anggota TNI AD lain.

"Kami tidak ingin mematikan karier mereka. Saya ingin mereka tetap punya kesempatan setelah hukuman disiplin militer ini dijalani," ujar Andika di Mabes TNI Angkatan Darat, Jakarta, Selasa (15/10/2019).

KPK OTT Wali Kota Medan Dzulmi Eldin bersama 6 Orang, Termasuk Kepala Dinas PU

Andika Perkasa mengatakan hukuman militer kepada tujuh anggota TNI AD tersebut adalah bentuk pembinaan.

Selain itu menurut Andika ada pilihan hukuman lain yang sebetulnya bisa diambil.

Pilihan itu antara lain hukuman pidana militer, hukuman tambahan dan pemberhentian secara tidak hormat dari dinas keprajuritan.

Andika menegaskan hukuman pidana militer adalah hukuman paling berat.

Dia menuturkan sebetulnya Angkatan Darat ingin membawa tujuh anggotanya tersebut ke ranah pidana militer.

Namun demikian, TNI AD melihat prajurit-prajurit ini bisa memperbaiki diri. Selain itu Angkatan Darat berharap di bawah kepemimpinan prajurit-prajurit tersebut di kemudian hari, Angkatan Darat bisa menjadi organisasi yang lebih profesional.

Halaman
123
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved