Listrik dari Sampah Hasil ITF Sunter Bakal Dijual 11,88 Sen Dollar AS per kWh

ITF Sunter mampu mengubah sampah menjadi energi listrik 35MW dari material 2.200 ton sampah per hari

Listrik dari Sampah Hasil ITF Sunter Bakal Dijual 11,88 Sen Dollar AS per kWh
TribunJakarta.com/Gerald Leonardo Agustino
Suasana di ITF Sunter, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (27/8/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino

TRIBUNJAKARTA.COM, TANJUNG PRIOK - PT Jakarta Solusi Lestari (JSL), anak perusahaan PT Jakpro, meneken Perjanjian Jual Beli Listrik (PJBL) atau PPA (Power Purchase Agreement) dengan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN), Rabu (16/10/2019).

PJBL itu terkait proyek fasilitas pengelolaan sampah terpadu atau Intermediate Treatment Facility (ITF) Sunter yang kini tengah dibangun.

ITF Sunter mampu mengubah sampah menjadi energi listrik 35MW dari material 2.200 ton sampah per hari. Listrik itu nantinya dijual ke PLN.

Dirut PT Jakpro Dwi Wahyu Daryoto mengatakan, berdasarkan PJBL, listrik dijual senilai 11,88 sen Dollar AS per kWh (kilowatt/jam) dari fasilitas yang dibangun.

"Hal itu setelah negosiasi antar pihak dan sumber pendanaan dirampungkan," kata Dwi dalam keterangan tertulisnya.

Pekerjaan konstruksi ITF Sunter dimulai dengan pembebasan lahan pada Juni 2019.

Dilanjutkan dengan pekerjaan awal konstruksi sipil, pile loading test dan land development.

Pada fase ini, Jakpro mendapat fasilitas pembiayaan dari Bank DKI sehingga proses pekerjaan berjalan sesuai rencana.

Dwi juga mengapresiasi PT PLN serta dukungan Kementerian ESDM dalam upaya mewujudkan pembangunan ITF Sunter.

"Terutama karena proyek ini adalah untuk mewujudkan wajah baru Jakarta yang bersih dan bertanggung jawab atas sampah yang dihasilkan," kata Dwi.

Ramalan Zodiak Besok, Kamis 17 Oktober 2019: Leo Hari Kamu Akan Terasa Lelah dan Membosankan

11 Tahun Penasaran, Intip Gaya Netizen Coba Lirik Lagu Makhluk Tuhan Paling Seksi Mulan Jameela

Dapat Picu Kebakaran, Simak Tips Aman Gunakan Stop Kontak

Dengan adanya PJBL ini, lanjut Dwi, Jakpro juga mewujudkan cara pandang baru bahwa sampah bukanlah material tidak berguna, melainkan material yang dapat bermanfaat.

"Kami berterima kasih atas kerja sama lintas sektor yang baik. Penanganan sampah adalah tugas bersama yang harus diselesaikan secara terpadu demi keberlanjutan alam dan membantu bumi lestari," tuturnya.

ITF Sunter ditargetkan mulai beroperasi tahun 2022. Pada waktunya nanti, fasilitas ITF Sunter terhubung dengan Gardu Induk Kemayoran melalui jalur transmisi 150kV sepanjang 2,2km.

Penulis: Gerald Leonardo Agustino
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved