Mahasiswi STIKES IMC Layangkan Somasi: Gagal Wisuda Meski Dapat Undangan dan Ijazah Ditahan

Siti Nur Khairani, mahasiswi STIKES Ichsan Medical Centre (IMC), gagal ikut wisuda walaupun sudah menerima undangan.

Mahasiswi STIKES IMC Layangkan Somasi: Gagal Wisuda Meski Dapat Undangan dan Ijazah Ditahan
Tribunjakarta.com/Jaisy Rahman Tohir
Fasad STIKes IMC, Ciputat, Tangerang Selatan (Tangsel), Rabu (16/10/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNJAKARTA.COM, CIPUTAT - Siti Nur Khairani, mahasiswi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Ichsan Medical Centre (IMC), gagal ikut wisuda walaupun sudah menerima undangan.

Bahkan, sampai saat ini ijazahnya tak diberikan hampir sepekan pasca-wisuda yang gagal ia ikuti.

Pasalnya, Rani, panggilan akrabnya, merupakan mahasiswi penerima beasiswa dari yayasan Ichtiar Kasih Anak Nusantara.

Rani gagal wisuda karena dianggap tidak memberikan laporan per setiap semesternya kepada pihak yayasan sebagai pemberi beasiswa.

Kuasa hukum Rani dari LBH Jakarta, Abdul Hamim Jauzie, mengatakan kliennya sejak awal berkuliah tidak pernah mendapat penjelasan soal kewajiban melapor setiap semester.

"Sejak menerima beasiswa, Rani tidak menerima selembar kertaspun yerkait kewajiban kewajibannya, meskipun di ruangan tadi ditunjukkan," ujar Hamim di STIKes IMC, Ciputat, Tangerang Selatan (Tangsel), Rabu (16/10/2019).

Kedatangan Hamim ke kampus itu juga untuk memintakan ijazah kliennya, namun ditolak pihak kampus.

Hamim mengatakan pihak kampus meminta Rani terlebih dahulu bertemu pihak yayasan.

"Padahal dari chatnya sudha mau ketemu, tapi belum ada balasan. Nah lucunya pihak Stikes mau ketemu pihak yayasan, Bu Ani, tidak bisa," ujarnya.

"Kami tadi sudah bertemu dan menyampaikan somasi ke pimpinan kampus ini gitu," tambahnya.

Pria Peletak Tas Mencurigakan di Depan GKY Mangga Besar Dikirim ke Panti Sosial

Evaluasi 2 Tahun Anies Baswedan, Akademisi ITB Sebut Banyak Masalah di Sektor Rusunawa

Daelami Ahmad, Wakil Ketua II Bidang Non Akademik Bintaro STIKes IMC, mengatakan, akar permasalahan gagal wisuda dan penahanan ijazah hanya karena salah paham.

"Saya rasa kuncinya cuma satu, miskomunikasi Pak. Karena yang lain pun tidak ada masalah," ujar Daelami.

Pihak kampus juga menjanjikan akan memediadi antara Rani dan pihak yayasan sampai tiga hari ke depan.

"Saya berusaha dengan nanti sudah ada kesepakatan dengan lawyer, kalau bisa dalam waktu dekat, kalau bisa tiga hari lah. Kalau nanti Senin sudah selesai, kita akan selesaikan," jelasnya.

Penulis: Jaisy Rahman Tohir
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved