Pekerjaan WNA Nigeria Terjaring Razia di Ciputat, Menipu di Facebook Sampai Mucikari Lintas Negara

Novan Indrianto, Kepala Seksie Intelejen dan Penindakan Imigrasi Tangerang, mengatakan, mereka ada yang melakukan penipuan via media sosial.

Pekerjaan WNA Nigeria Terjaring Razia di Ciputat, Menipu di Facebook Sampai Mucikari Lintas Negara
TribunJakarta.com/Jaisy Rahman Tohir
Warga negara asing (WNA) asal Nigeria terjaring razia dari Imigrasi Tangerang karena tidak bisa menunjukkan pasport dan diduga sudah melebihi masa izin tinggal, di City Light Apartment, Ciputat Timur, Tangerang Selatan (Tangsel) Selasa (15/10/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNJAKARTA.COM, CIPUTAT - Empat Warga Negara Asing (WNA) Nigeria yang dirazia petugas gabungan Imigrasi Tangerang di City Light Apartment Ciputat, Tangerang Selatan (Tangsel), bekerja menggunakan media sosial.

Novan Indrianto, Kepala Seksie Intelejen dan Penindakan Imigrasi Tangerang, mengatakan, mereka ada yang melakukan penipuan via media sosial hingga menjadi mucikari.

"Yang kita dapatkan dari barang bukti tersebut mereka menggunakan fasilitas media sosial. Jadi mereka menggunakan media sosial untuk semacam penipuan."

"Ada indikasi seperti itu, karena memang sedang marak sekarang," papar Novan di Ciputat.

Novan memastikan, penipuan yang dilakukan dengan berjualan barang fiktif atau meminta uang melalui media sosial, bukan kepada warga negara Indonesia (WNI).

"Penipuannya mereka seperti melakukan penipuan via Facebook, namun mereka tidak menipu warga negara di Indonesia, mereka menipu di negara-negara lain," ujarnya.

Bahkan, ada juga di antara empat WNA itu yang bekerja sebagai mucikari, dan bukan di Indonesia melainkan lintas negara.

"Jadi ada juga mereka diindikasikan seperti menjual jasa pemuas nafsu, mucikari," jelasnya.

Dari tangan keempat WNA itu diamankan pula laptop dan ponsel.

Mereka diindikasikan memiliki komunitas tersendiri antar WNA Nigeria di Indonesia.

"Untuk mereka seperti adanya komunitas khususnya warha negara Nigeria," ujarnya.

Selain keempat WNA Nigeria, petugas Imigrasi juga mengamankan seorang wanita warga negara Indonesia (WNI) yang diduga memberikan fasilitas penginapannya.

Penulis: Jaisy Rahman Tohir
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved