Pembersihan Sampah Bambu di Bendungan Koja Jatiasih Diprediksi Berlangsung 2 Pekan

Puarman menyebutkan proses pembersihan sampah bambu yang menumpuk di Bendungan Koja Jatiasih Kota Bekasi bisa memakan waktu hingga dua pekan.

Pembersihan Sampah Bambu di Bendungan Koja Jatiasih Diprediksi Berlangsung 2 Pekan
TribunJakarta.com/Yusuf Bachtiar
petugas saat melakukan pengangkutan sampah bambu di bendungan koja Jatiasih, Kota Bekasi, Rabu (16/10/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, JATIASIH - Ketua Komunitas Peduli Sungai Cileungsi Cikeas (KP2C), Puarman menyebutkan proses pembersihan sampah bambu yang menumpuk di Bendungan Koja, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi bisa memakan waktu hingga dua pekan.

Hal ini, kata dia, dikarenakan proses pengangkutan sampah dilakukan secara manual.

Sebab, akses jalan untuk kendaraan alat berat tidak memungkinkan.

"Kalau prosesnya manual kaya gini bisa sampai dua minggu, karena lama enggak bisa dikeruk langsungkan kaya pakai alat berat, cuma mengandalkan crane sama aja paling untuk material sampah ukuran besar," kata Puarman.

Adapun selain diangkut secara manual, proses pembersihan ini dilakukan juga dengan cara menggelontorkan sampah ke hilir sungai.

Nantinya, di pertemuan antara kedua sungai tepatnya di Perumahan Kemang Pratama, sampah dihadang dan diangkut dengan alat berat.

"Jadi alat berat ga di sini tapi di bawah. Jadi kayu yang besar-besar kita angkat pakai crane, crane kan bisa masuk. Yang ukurannya sedang kita gelontorkan ke bawah terutama yang bambu, dan sampah kecil yang tidak kita angkat," jelas dia.

Jarak dari lokasi tumpukan sampah di Bendungan Koja sampai ke pertemuan antara dua sungai Cileungsi dan Cikeas sekitar 500 meter. Selama proses pembersihan, sampah yang dogelontorkan akan dikawal petugas hingga ke titik alat berat dapat mengangkut di Perumahan Kemang Pratama.

"Setelah ketemu Sungai Cileungsi, kalinya sudah sangat besar, lebarnya 20 meter. Di sana seandainya nyangkut bisa kita angkat, karena akses masuk alat berat bisa," paparnya.

Halaman
1234
Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved