Breaking News:

Penjelasan Kapolsek Jatinegara Soal Temuan Mayat Pria dalam Posisi Kepala di Bawah Kaki di Atas

Perihal ceceran darah yang keluar dari mulut korban, Darmo menuturkan luka tersebut akibat benturan saat bagian rahang korban membentur aspal.

Penulis: Bima Putra | Editor: Wahyu Aji
TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA
Kapolsek Jatinegara Kompol Darmo Suhartono saat ditemui di Mapolsek Jatinegara, Jakarta Timur, Rabu (16/10/2019). 

Yugo (34), satu warga sekitar mengatakan warga tak bisa mengenali identitas korban karena bagian wajah menyentuh aspal sehingga tak memungkinkan terlihat.

"Enggak tahu siapa, mukanya enggak terlihat. Pas pertama saya justru mengira kepalanya enggak ada, karena yang di atas justru kakinya," kata Yugo di Jatinegara, Jakarta Timur, Selasa (15/10/2019).

Tak lazimnya kondisi jasad dan ceceran darah di sekitar mulut korban membuat warga tak berani menyentuh atau merubah posisi.

Mereka memilih menunggu jajaran Polres Metro Jakarta Timur tiba karena takut pria tersebut tewas akibat jadi korban kejahatan atau penganiayaan.

"Pas disenteirn bagian mulutnya itu kelihatan darah keluar. Kalau dilihat sekilas dari baju sama celana sih bukan warga sini, enggak ada yang kenal," ujarnya.

Bagian kaki mayat pria yang ditemukan warga Jalan Pedati di Jatinegara, Jakarta Timur, Selasa (15/10/2019). 
Bagian kaki mayat pria yang ditemukan warga Jalan Pedati di Jatinegara, Jakarta Timur, Selasa (15/10/2019).  (TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA)

Meski tak tahu pasti siapa yang pertama menemukan, dia menduga korban tewas dalam posisi kepala di bawah karena sebelumnya sempat duduk.

Dugaannya didasari karena tepat di sisi kiri korban terdapat kursi kayu rakitan yang menopang jasad sehingga posisi kaki justru berada di atas.

"Mungkin pas meninggal lagi duduk, makannya posisi jasad kayak tertancap dalam keadaan terbalik. Badannya ketahan sama kursi, jadi kaki dia tetap di atas," tuturnya.

Pantauan TribunJakarta.com di lokasi, hingga pukul 23.30 WIB personel Polres Metro Jakarta Timur berikut tim identifikasi sibuk melakukan olah TKP.

Beberapa personel berpakaian preman tampak mencari warga yang pertama menemukan dan ketua RT setempat guna meminta keterangan.

Janggalnya posisi korban saat ditemukan membuat warga penasaran dan mengerubuni lokasi sekitar penemuan.

"Kok bisa begitu ya posisinya, kepala di bawah, kaki malah di atas," ujar sejumlah warga yang tampak saling bertanya perihal kondisi korban.

Saat ditemukan, korban yang memiliki rambut cukup panjang itu mengenakan celana panjang warna hitam, baju lengan pendek, dan sandal.

Hingga berita ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait identitas dan sebab kematian korban.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved