Sederet Prestasi yang Diklaim Anies 2 Tahun Jadi Gubernur, PSI Sindir Lingkup Kerja Setara Wali Kota

Anies, sapaannya, menyatakan hal ini terlihat pada 2017 di mana jumlah penumpang transportasi darat mencapai 300 ribu penumpang, per hari.

Sederet Prestasi yang Diklaim Anies 2 Tahun Jadi Gubernur, PSI Sindir Lingkup Kerja Setara Wali Kota
TribunJakarta/Jaisy Rahman Tohir
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meninjau di Pintu Air Manggarai, Tebet, Jakarta Selatan, Senin (5/2/2018) 

Targetkan pembangunan 53 taman tahun 2019

Sejak menjabat sebagai Gubernur DKI pada 2017 lalu, Anies Baswedan menargetkan memperbanyak infrastruktur publik yang bisa dimanfaatkan sebagai saran berinteraksi bagi warga Jakarta.

Berdasarkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2018-2022, Pemprov DKI menargetkan membangun 261 Taman Maju Bersama (TMB).

"Taman kota dalam dua tahun ini ada revitalisasi 60 TMB dan targetnya di 2022 senanyak 261 TMB telah selesai direvitalisasi," ucap Anies, Selasa (15/10/2019).

Khusus di tahun 2019 ini, Pemprov DKI menargetkan membangun 53 TMB dengan total anggaran mencapai Rp 130 miliar dan total luas 335.807 meter persegi.

Dalam realisasinya, sampai pertengahan Oktober ini, proses pembangunan di 30 lokasi taman telah mencapai kisaran 80 hingga 90 persen.

Sedangkan, sisanya telah mencapai progres antara 40 hingga 80 persen.

Meski demikian, Anies optimis pada 10 Desember 2019 mendatang, seluruh TMB di 53 lokasi tersebut dapat tercapai secara pekerjaan fisik.

"Prinsip pembangunannya ada tiga, yaitu multifungsi, ramah anak, ramah lansia, dan ramah penyandang disabilitas," ujarnya di Balai Kota, Gambir, Jakarta Pusat.

Berikut lokasi TMB yang telah mencapai progres 90 persen :

1. RTH Kampung Jati, Jakarta Timur;
2. RTH Taman Kampung Baru, Jakarta Barat;
3. RTH Jalan Centex, Jakarta Timur;
4. RTH Mangga XIV, Jakarta Barat;
5. RTH Jalan Panglima Polim II, Jakarta Selatan;
6. RTH Jalan Setapak, Jakarta Timur;
7. RTH Jalan Kebagusan Raya, Jakarta Selatan.

Disindir lingkup kerja Anies cuma level wali kota

Caleg DPRD terpilih PSI Jakarta, Eneng Maliyanasari (paling kiri), Wakil Ketua DPW PSI Jakarta, Rian Ernest (tengah, dan caleg DPRD terpilih PSI Jakarta, August Hamonangan (paling kanan), saat memberi keterangan kepada Wartawan, di kantor DPW PSI, Jakarta Pusat, Senin (15/7/2019).
Caleg DPRD terpilih PSI Jakarta, Eneng Maliyanasari (paling kiri), Wakil Ketua DPW PSI Jakarta, Rian Ernest (tengah, dan caleg DPRD terpilih PSI Jakarta, August Hamonangan (paling kanan), saat memberi keterangan kepada Wartawan, di kantor DPW PSI, Jakarta Pusat, Senin (15/7/2019). (TRIBUNJAKARTA.COM/MUHAMMAD RIZKI HIDAYAT)

Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menyoroti dua tahun Anies Baswedan menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta.

Juru Bicara DPW PSI DKI Jakarta Rian Ernest mengatakan, ada beberapa catatan penting yang menurut PSI harus menjadi sorotan publik atas implementasi janji-janji yang Anies semasa kampanye dahulu.

Setidaknya ada 23 janji Anies saat kampanye pada tahun 2017 lalu. Yang pertama, menurut dia adalah janji rumah dengan uang muka atau down payment (DP) 0 rupiah yang menjadi program unggulan Anies.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2017 menyebutkan, hampir setengah warga DKI Jakarta atau sekitar lima juta warga tidak memiliki rumah.

"Sementara, hanya ada 1.790 warga yang berhasil Anies hantarkan ke program rumah DP 0 rupiah. Angka ini menurut kami terlalu kecil. Ini bukanlah pencapaian untuk lingkup tingkat Gubernur. Ini tidaklah beda dengan lingkup kerja wali kota," kata Rian dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Rabu (16/10/2019).

Apalagi masih ada sebagian warga yang mengeluh bahwa harga rumah DP 0 rupiah tersebut tak terjangkau bagi warga kalangan menengah ke bawah.

Sebab, Pemprov mensyaratkan penghasilan suami dan istri di kisaran Rp 4 juta sampai Rp 7 juta untuk lolos verifikasi.

"Lalu (yang kedua) dari sektor lapangan kerja. Dulu Anies berjanji dalam kampanye untuk membuka kesempatan bekerja yang lebih luas dengan angka penyerapan kurang lebih 40 ribu tenaga kerja per tahun. Semestinya di dua tahun masa kerja Gubernur Anies Baswedan ini dapat menciptakan 80 ribu tenaga kerja," ujarnya.

Namun, menurut dia, tidak ada kejelasan maupun angka yang transparan bagaimana progres yang dicapai Anies untuk hal ini karena tidak dapat dicek sejauh mana janji tersebut terpenuhi.

"Kami berusaha mencoba melihat data situs pktdev.jakarta.go.id pada sub portal ‘berita’. Namun, kami tidak mendapatkan informasi yang pasti tentang hal tersebut," lanjut Rian.

Ketiga, yang disoroti PSI adalah aspek pembangunan yang tidak menyeluruh. Pembangunan Jakarta, kata dia, mungkin terlihat elok dan lebih progresif dibandingkan kota dan kabupaten lainnya.

Namun, bila dilihat dari sisi pemerataannya, sampai saat ini Jakarta hanya dipersolek pada wilayah-wilayah tertentu saja.

Untuk proyek revitalisasi 134 kilometer trotoar tak sebanding dengan data BPS yang menyebutkan bahwa pada 2015 saja, Jakarta memiliki 540 kilometer trotoar.

"134 kilometer adalah angka yang kecil bila dibandingkan jumlah trotoar yang ada dan bahkan beberapa jalanan belum difasilitasi dengan trotoar yang layak, seperti jalan Raya Munjul, Jakarta Timur. Karena Jakarta bukan hanya Thamrin dan Sudirman," jelas pria 31 tahun ini.

Dirinya pun berharap, Anies seharusnya dapat membuat pencapaian lebih tinggi daripada janji kampanye dulu. (TribunJakarta/Dion/Kompas.com/Ryana Aryadita Umasugi)

Penulis: wahyu tribun jakarta
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved