Kabinet Jokowi

Supaya Jauh dari Kepentingan Politik, Ini Sejumlah Kementerian yang Harus Diisi Profesional

Jokowi sempat memberi sinyal bahwa porsi untuk menteri dari kalangan profesional adalah 55 persen, sedangkan kalangan parpol 45 persen.

Supaya Jauh dari Kepentingan Politik, Ini Sejumlah Kementerian yang Harus Diisi Profesional
Tribunnews.com/Imanuel Nicolas Manafe
Menteri Kabinet Kerja Jokowi-JK di Istana Negara, Jakarta, Minggu (26/10/2014). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan segera dilantik kembali untuk periode kedua pada 20 Oktober mendatang.

Seiring dengan ini, mencuat soal nama-nama yang layak masuk dalam Kabinet Jilid II yang sedang disusun.

Jokowi sempat memberi sinyal bahwa porsi untuk menteri dari kalangan profesional adalah 55 persen, sedangkan kalangan parpol 45 persen.

Pengamat politik Adi Prayitno mengatakan, bisa saja dalam praktiknya komposisi itu bisa berubah. Salah satu alasannya, karena dinamika politik.

Beberapa partai oposisi seperti Gerindra, PAN, dan Demokrat perlahan sudah merapat.

"Jika pun komposisinya begitu, mungkin profesional banyak yang diendorse parpol," kata Adi Rabu (16/10/2019).

Meski demikian, Adi masih optimis bahwa menteri dari kalangan profesional, kinerjanya akan total bekerja untuk Jokowi.

Sehingga tak memikirkan politik.

"Kinerjanya total ke Jokowi. Enggak mikir politik," ungkap Adi.

Akademisi Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah ini menggarisbawahi, meski dari kalangan profesional ataupun dari parpol, semuanya harus bekerja total untuk Jokowi.

Halaman
12
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved