Warga Pedati Jatinegara Temukan Mayat Pria dalam Posisi Kepala di Bawah Kaki di Atas

Tak lazimnya kondisi jasad dan ceceran darah di sekitar mulut korban membuat warga tak berani menyentuh atau merubah posisi.

Warga Pedati Jatinegara Temukan Mayat Pria dalam Posisi Kepala di Bawah Kaki di Atas
TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA
Bagian kepala mayat pria yang ditemukan warga Jalan Pedati di Jatinegara, Jakarta Timur, Selasa (15/10/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, JATINEGARA - Warga di Jalan Pedati, Kecamatan Jatinegara dibuat heran dengan penemuan jasad pria dalam posisi kepala di bawah dan kaki di atas, Selasa (15/10/2019) sekira pukul 22.40 WIB.

Yugo (34), satu warga sekitar mengatakan warga tak bisa mengenali identitas korban karena bagian wajah menyentuh aspal sehingga tak memungkinkan terlihat.

"Enggak tahu siapa, mukanya enggak terlihat. Pas pertama saya justru mengira kepalanya enggak ada, karena yang di atas justru kakinya," kata Yugo di Jatinegara, Jakarta Timur, Selasa (15/10/2019).

Tak lazimnya kondisi jasad dan ceceran darah di sekitar mulut korban membuat warga tak berani menyentuh atau merubah posisi.

Mereka memilih menunggu jajaran Polres Metro Jakarta Timur tiba karena takut pria tersebut tewas akibat jadi korban kejahatan atau penganiayaan.

"Pas disenteirn bagian mulutnya itu kelihatan darah keluar. Kalau dilihat sekilas dari baju sama celana sih bukan warga sini, enggak ada yang kenal," ujarnya.

Bagian kaki mayat pria yang ditemukan warga Jalan Pedati di Jatinegara, Jakarta Timur, Selasa (15/10/2019). 
Bagian kaki mayat pria yang ditemukan warga Jalan Pedati di Jatinegara, Jakarta Timur, Selasa (15/10/2019).  (TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA)

Meski tak tahu pasti siapa yang pertama menemukan, dia menduga korban tewas dalam posisi kepala di bawah karena sebelumnya sempat duduk.

Dugaannya didasari karena tepat di sisi kiri korban terdapat kursi kayu rakitan yang menopang jasad sehingga posisi kaki justru berada di atas.

"Mungkin pas meninggal lagi duduk, makannya posisi jasad kayak tertancap dalam keadaan terbalik. Badannya ketahan sama kursi, jadi kaki dia tetap di atas," tuturnya.

Halaman
12
Penulis: Bima Putra
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved