Eksploitasi Air Tanah Bisa Bikin Jakarta Tenggelam? Simak Penjelasan Ahli Badan Geologi ESDM

Eksploitasi air tanah setidaknya berkontribusi 20-30% terhadap penurunan muka tanah.

Eksploitasi Air Tanah Bisa Bikin Jakarta Tenggelam? Simak Penjelasan Ahli Badan Geologi ESDM
TribunJakarta/Gerald Leonardo Agustino
Sumur pantau penurunan muka tanah di Balai Konservasi Air Tanah, Jalan Tongkol, Pademangan, Jakarta Utara, Kamis (17/10/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino

TRIBUNJAKARTA.COM, PADEMANGAN - Penurunan muka tanah di wilayah utara Jakarta selalu terjadi setiap tahun.

Di wilayah Pluit, Penjaringan, bahkan penurunan muka tanah sudah mencapai 12 sentimeter per tahunnya.

Masih di Penjaringan, ada beberapa permukiman warga yang letaknya juga lebih rendah daripada permukaan air laut.

Penurunan muka tanah ini disebut-sebut menjadi masalah terbesar di balik isu 'Jakarta Tenggelam' yang beberapa tahun belakangan diperbincangkan.

Lantas, apa sebenarnya penyebab penurunan muka tanah di Jakarta?

Kepala Pusat Air Tanah dan Geologi Tata Lingkungan Badan Geologi Kementerian ESDM Andiani menjabarkan beberapa faktor penyebab penurunan muka tanah.

Salah satunya, sebut Andiani, adalah eksploitasi berlebihan terhadap air tanah.

"Jadi begini, pengambilan air tanah itu akan memberikan kontribusi pada penurunan permukaan tanah. Namun, ada beberapa penyebab pada suatu wilayah," kata Andiani di Balai Konservasi Air Tanah, Jalan Tongkol, Pademangan, Jakarta Utara, Kamis (17/10/2019).

Menurut Andiani, eksploitasi air tanah berlebihan menjadi salah satu faktor yang membuat permukaan tanah menurun tahun demi tahun.

Halaman
123
Penulis: Gerald Leonardo Agustino
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved