Marak Kasus Terorisme di Bekasi, Polisi dan Camat Gelar Operasi Penduduk di Sejumlah Kontrakan

Kegiatan ini nantinya akan tersebar secara menyulur di setiap desa dan kelurahan lain.

Marak Kasus Terorisme di Bekasi, Polisi dan Camat Gelar Operasi Penduduk di Sejumlah Kontrakan
TribunJakarta.com/Yusuf Bachtiar
Operasi kependudukan yang dilakukan unsur pemerintah dan kepolisian di wilayah Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Kamis, (17/10/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, TAMBUN SELATAN - Maraknya aksi penangkapan terduga teroris di kawasan Tambun Bekasi membuat polisi dan camat setempat menggelar operasi kependudukan untuk mendata warga yang bermukim di rumah kontrakan, Kamis (17/10/2019).

Dari catatan yang dihimpun TribunJakarta.com, terdapat delapan terduga teroris yang diringkus Densus 88 Antiteror sejak operasi yang digelar 23 September 2019 lalu.

Terkahir, operasi berlangsung Rabu malam, (16/10/2019), kali ini menyasar sebuah toko penjual ikan hias di Jalan Papan Mas, Desa Setia Mekar, Kecamatan Tambun Selatan.

Dari operasi semalam, Densus 88 menangkap satu orang terduga teroris berinisial A (20), ia diduga terlibat dengan jaringan teroris Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Bekasi pimpinan Abu Zee yang diringkus Densus 88 pada 23 September 2019 lalu bersama sejumlah anggotanya di kawasan Bekasi.

Hormati Pelantikan Presiden, CFD Minggu 20 Oktober 2019 Ditiadakan

Penumpang Transjakarta Keluhkan Pelayanan di Shalter Kampung Rambutan

Kapolsek Tambun Kompol Siswo mengatakan, operasi yustisi atau kependudikan ini dilakukan bersama unsur Kecamatan Tambun Selatan dan Koramil Tambun.

Sasaran utama adalah untuk mendata penduduk yang bermukim di rumah kontrakan.

"Kita melaksanakan operasi yustisi bergabung dengan pak camat. Artinya, dengan maraknya kejadian sebelumnya itu adanya paham radikalisme yang marak di daerah Tambun, kami mengambil langkah yang cepat, langkah itu kita lakukan dengan mendata ulang penghuni kontrakan," kata Siswo, Kamis (17/10/2019).

Sementara itu, Camat Tambun Selatan, Imam Santoso, mengatakan, operasi pertama dilakukan di Kelurahan Jatimulya tepatnya di RW10.

Kegiatan ini nantinya akan tersebar secara menyulur di setiap desa dan kelurahan lain.

"Yang jelas ini adalah langkah antisipasi, tadi kita temui kita punya warga yang sudah 7 tahun tinggal di sini tapi masih ber KTP Pulogadung, kedua dari kegiatan ini, kita mengambil langkah untuk kita fasilitasi pelayanan kependudukannya, kalau memang sudah menetap di Kelurahan Jatimulya harus sudah ada berkas administrasi kependudukannya," tegas dia.

Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved