Pastikan Keamanan dan Ketertiban, Komite Keamanan Pelabuhan Tanjung Priok Gelar Apel Siaga

Prasetyadi mengatakan, apel siaga ini adalah bentuk kesiapan pemerintah, termasuk IPC di dalamnya, dalam penerapan manajemen keamanan kapal

Pastikan Keamanan dan Ketertiban, Komite Keamanan Pelabuhan Tanjung Priok Gelar Apel Siaga
TribunJakarta/Gerald Leonardo Agustino
Komite Keamanan Pelabuhan Tanjung Priok menggelar apel siaga untuk memastikan kesiapan seluruh dalam pelaksanaan keamanan dan ketertiban di wilayah Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (17/10/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino

TRIBUNJAKARTA.COM, TANJUNG PRIOK - Komite Keamanan Pelabuhan Tanjung Priok menggelar apel siaga untuk memastikan kesiapan seluruh dalam pelaksanaan keamanan dan ketertiban di wilayah Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Apel ini diikuti sebanyak 30 pleton dari 30 instansi yang terdiri dari sekitar 1.000 orang.

"Kami ingin menunjukkan bahwa koordinasi antar pemangku kepentingan untuk menjamin keamanan dan ketertiban di wilayah Pelabuhan Tanjung Priok berjalan baik," kata Direktur Operasi Pelabuhan Indonesia II atau Indonesian Port Corporation (IPC), Prasetyadi, Kamis (17/10/2019) di Dermaga JICT II.

Prasetyadi mengatakan, apel siaga ini adalah bentuk kesiapan pemerintah, termasuk IPC di dalamnya, dalam penerapan manajemen keamanan kapal dan fasilitas pelabuhan.

Hal itu sebagaimana diatur dalam International Ship and Port Security (ISPS) Code.

Dirjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan Agus H. Purnomo menyebutkan bahwa ISPS Code merupakan standar International Maritime Organization (IMO).

Sesuai undang-undang Nomor 17 Tahun 2008 Tentang Pelayaran, dalam melaksanakan keamanan dan ketertiban di pelabuhan, termasuk pencegahan terhadap polusi laut (sesuai dengan ketentuan ISPS Code), Syahbandar bertindak selaku komite keamanan pelabuhan (Port Security Committee).

"Dengan penerapan ISPS Code ini kita harapkan kawasan pelabuhan Tanjung Priok ini semakin aman, efisien, dan efektif. Apalagi sebagai pelabuhan terbesar ini disorot dunia internasional kita harapkan ini juga dapat menambah masuknya shipping line sehingga berdampak pada peningkatan pertumbuhan ekonomi dan ekspor juga semakin tinggi," ujar Agus.

Adapun sejumlah instransi yang terlibat antara lain Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan, Otoritas Pelabuhan Kemenhub, TNI, Polri, Ditjen Bea Cukai, Ditjen Imigrasi, Pemda DKI, IPC beserta beberapa anak perusahaannya, serta BUMN dan perusahaan seperti Pertamina dan Bogasari.

Penulis: Gerald Leonardo Agustino
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved