Menkopolhukam Wiranto Diserang

Penusuk Wiranto Akan Dapat Sanksi Pidana Lebih Berat: Pengaruhi Anak di Bawah Umur

"Karena apa? Karena dia (Abu Rara) memerintahkan, mempengaruhi anak di bawah umur untuk melakukan serangan atau aksi terorisme," kata dia.

Editor: Erik Sinaga
YOUTUBE
Syahril Alamsyah alias Abu Rara dan Fitri Andriana (Fritia), pelaku penusukan Menkopolhukam Wiranto. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Vincentius Jyestha

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA- Abu Rara, terduga teroris yang melakukan aksi penusukan terhadap Menkopolhukam Wiranto akan mendapat sanksi pidana lebih berat dibandingkan terduga teroris lainnya.

Abu Rara diketahui melakukan penusukan terhadap Menkopolhukam Wiranto di Alun-Alun Menes, Pandeglang, Banten, Kamis (10/10/2019).

"Kepada terduga teroris Abu Rara ini nanti akan dikenakan sanksi pidana yang jauh lebih berat yakni tambahan sepertiga hukuman sesuai UU Tahun 2016," ujar Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo, di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (17/10/2019).

Mantan Wakapolda Kalimantan Tengah tersebut mengatakan sanksi yang lebih berat akan diberikan kepada Abu Rara karena yang bersangkutan telah memerintahkan serta mempengaruhi anak di bawah umur, dalam hal ini anaknya sendiri, untuk melakukan aksi terorisme.

"Karena apa? Karena dia (Abu Rara) memerintahkan, mempengaruhi anak di bawah umur untuk melakukan serangan atau aksi terorisme," kata dia.

Abu Rara perintahkan anaknya serang polisi dengan pisau

Mabes Polri mengungkap Abu Rara, terduga teroris yang menusuk Menkopolhukam Wiranto ternyata memerintahkan anaknya untuk melancarkan serangan terorisme.

Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan Abu Rara telah meminta anaknya untuk menyerang aparat kepolisian.

Anak Abu Rara sendiri juga dipersenjatai dengan pisau kunai.

"Senjata yang digunakan untuk penyerangan itu ada 3, satu digunakan oleh Abu Rara sendiri, satu digunakan istrinya (FA) dan satu digunakan anaknya. Anaknya menggunakan pisau ini dan sudah diperintahkan oleh Abu Rara untuk melakukan serangan terorisme kepada kepolisian," ujar Dedi, di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (17/10/2019).

Namun, anak Abu Rara tidak melakukan perintah dari ayahnya.

Pisau yang diduga digunakan pelaku untuk menyerang Menkopolhukam Wiranto (Istimewa)
Pisau yang diduga digunakan pelaku untuk menyerang Menkopolhukam Wiranto (Istimewa) ()

Alasannya, anak Abu Rara yang masih berusia di bawah umur tidak memiliki keberanian.

"Tapi anaknya mengurungkan niatnya karena anaknya tidak berani. Yang berani (untuk melakukan serangan, - red) itu adalah Abu Rara sendiri dan istrinya," kata dia.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved