Perjuangan Nenek Arpah Rebut Tanah 103 Meter Dihargai Rp 300 Ribu, Berakhir Kalah di Pengadilan

Sementara itu, Muslim Kuasa Hukum Nenek Arpah mengatakan ada fakta baru yang tidak diajukan oleh pihaknya persidangan sebelumnya.

Perjuangan Nenek Arpah Rebut Tanah 103 Meter Dihargai Rp 300 Ribu, Berakhir Kalah di Pengadilan
TRIBUNJAKARTA.COM/DWI PUTRA KESUMA
Nenek Arpah dijumpai di kediamannya di Gang Durian Jalan Ridwan Rais, Beji, Kota Depok, Kamis (17/10/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dwi Putra Kesuma

TRIBUNJAKARTA.COM, BEJI - Upaya Arpah (63) alias Nenek Arpah dalam mencari keadilan, menemui jalan buntu di ranah pengadilan.

Gugatannya terhadap AKJ (26), ditolak mentah oleh Majelis Hakim di Pengadilan Negeri Depok.

Buntutnya, Nenek Arpah pun mencoba jalan lain dan melaporkan AKJ (26) ke Polresta Depok pada akhir September 2019.

"Saat ini sudah dalam proses penyelidikan, sudah ada beberapa saksi yang dipanggil termasuk ibu Arpah sendiri," ujar Kepala Unit Harta dan Benda Satreskrim Polresta Depok AKP Simare Mare ketika dikonfirmasi, Kamis (17/10/2019).

Sementara itu, Muslim Kuasa Hukum Nenek Arpah mengatakan ada fakta baru yang tidak diajukan oleh pihaknya persidangan sebelumnya.

Fakta baru tersebut, adalah dugaan adanya akad kredit pada tahun 2015 yang didasari cover note oleh notaris.

"Ternyata ada bukti baru yang tidak diajukan sebelumnya yaitu akad kredit di bank. Setelah kami telusuri ada dugaan bahwa akad kredit 2015 itu didasari cover note oleh notaris yang di Cibinong, terjadi penandatangan AJB di tahun 2015," ujar Muslim di kediaman Nenek Arpah di Gang Durian Jalan Ridwan Rais, Beji, Kota Depok.

Untuj diketahui, kasus tanah Nenek Arpah bermula pada tahun 2015 silam ketika Nenek Arpah memiliki tanah seluas 299 meter dan menjualnya sebanyak 196 meter kepada almarhum orang tua AKJ.

Dari penjualan tersebut, Nenek Arpah menyisakan 103 meter.

Halaman
1234
Penulis: Dwi putra kesuma
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved