Penangkapan Terduga Teroris

Warga Sudah Curiga, 2 Tahun Usaha Ikan Hias Terduga Teroris di Tambun Sepi Pembeli

"Kalau diliat sehari-hari mah sepi, enggak banyak pembeli namanya usaha ikan hias doang mas, tempatnya juga kecil," kata Maria.

Warga Sudah Curiga, 2 Tahun Usaha Ikan Hias Terduga Teroris di Tambun Sepi Pembeli
TRIBUNJAKARTA.COM/YUSUF BACHTIAR
TKP Penangkapan terduga teroris di Kampung Bulu, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, TAMBUN SELATAN - Densus 88 Antiteror meringkus seorang terduga teroris berinisial A (20), di sebuah toko ikan hias di Kampung Bulu, Jalan Papan Mas, RT07/04, Desa Setia Mekar, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Rabu malam, (16/10/2019).

Terduga terorosi ini sehari-hari bekerja membuka usaha ikan hias, usaha tersebut sudah berjalan selama dua tahun lebih. Namun selama beridiri, warga setempat curiga lantaran kondisi terbilang sepi pembeli.

"Kalau diliat sehari-hari mah sepi, enggak banyak pembeli namanya usaha ikan hias doang mas, tempatnya juga kecil," kata Maria (38) warga setempat, Kamis (17/10/2019).

Maria menambahkan, toko ikan hias itu buka setiap hari dari pagi hingga larut malam. Kecurigaan ini muncul lantaran aktivitas toko yang terbilang sepi tapi kerap buka dalam waktu cukup panjang.

"Padahal enggak ramai-ramia banget tapi suka buka sampai tengah malem, enggak ada yang beli biasa aja, makanya warga juga curiga dua tahun usaha begitu doang tapi tetep jalan," ujarnya.

Ditambah keseharian A yang tidak pernah bersosialisi dengan warga sekitar menambah kecurigaan warga. Usaha ikan hias ini diketahui dilakoni A bersama empat orang anggota keluarga lainnya.

"Kalau baru pertama pindah di sini ada orangtua tapi enggak tahu itu ibu bapaknya apa bukan, sama dua orang anak muda, kalau yang dua orang anak muda itu baru," jelas dia.

Wakpolres Metro Bekasi, AKBP Luthfie Sulistiawan, menambahkan, kecurigaan warga ini memang sudah muncul namun belum merujuk pada aktivitas terorisme. Pengurus RT/RW setempat kata dia mengaku sudah kecolongan dengan kehadiran terduga teroris menetap selama dua tahun lebih.

"Sebenarnya kegiatan jual beli berkaitan dengan ikan ini sebagian warga sudah curiga juga, karena memang selama dua tahun ini hampir bisa dikatakan cukup sepi sebenarnya. Tapi memang bisa bertahan, dan kadang berjualan sampe tengah malam, barang kali ini menjadi intropeksi kita, seluruh perangkat pemerintahan untuk kita evaluasi berkaitan dengan pendataan warga," jelasnya.

Halaman
1234
Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved