Breaking News:

1 November 2019, TransJakarta Tambah 28 Armada Bus Zhong Tong

Dijelaskan Pande, sebanyak 21 armada bus yang telah dioperasikan oleh Transjakarta sebelumnya telah melewati seleksi kelayakan bus.

TribunJakarta/Dionisius Arya Bima Suci
Bus Transjakarta jenis articulated dengan merek Zhong Tong melintas di sekitar kawasan Cililitan, Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu (17/10/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) bakal menambah 28 armada bus merek Zhong Tong pada 1 November mendatang.

Ketua Perum Pengangkutan Penumpang Djakarta (PPD) Pande Putu Yasa mengatakan, saat ini sudah ada 21 armada bus asal negeri Tiongkok itu yang telah dioperasikan.

Dijelaskan Pande, sebanyak 21 armada bus yang telah dioperasikan oleh Transjakarta sebelumnya telah melewati seleksi kelayakan bus.

"Yang 59 bus kita siapkan ini, dilalukan pengecekan secara detail, secara teknis oleh Transjakarta. Kemudian, 21 ini sudah siap operasi dan (28 armada) lainnya segera menyusul," ucapnya, Jumat (18/10/2019).

Terkait dengan sanksi pinalti sebesar Rp Rp 26 miliar yang dibebankan kepada PPD, Pande mengaku akan segera melunasinya.

"Sudah kami bayar Rp 15 miliar, sisanya akan kami bayar dalam kurun waktu enam bulan setelah bus itu beroperasi," ujarnya saat dikonfirmasi.

Sebelumnya, Transjakarta kembali mengoperasikan 21 unit bus Zhong Tong sejak Jumat (11/10/2019) lalu.

Cerita Dibalik Viral Video Kucing Mati Dicecoki Ciu, Kuburan Dibongkar, Pemilik Akun Diserang Teror

Polres Pelabuhan Tanjung Priok Tangkap Kurir Sabu Jaringan Jakarta-Bandung

Kepala Divisi Sekretaris Korporasi dan Humas PT Transjakarta Nadia Diposanjoyo mengatakan, pengoperasian bus merek Zhong Tong ini untuk menjalankan putusan Badan Arbitrase Nasional Indonesia (BANI) pada 2018 lalu.

"Pengoperasian ini adalah untuk menjalankan keputusan inchraacht BANI atas kontrak wanprestasi PPD tahun 2013 lalu kepada Transjakarta yang baru diputuskan tahun 2018," ucapnya, Rabu (16/10/2019).

Dijelaskan Nadia, tahun 2013 lalu, Transjakarta menjalin kerjasama dengan PPD untuk menyediakan 59 unit bus jenis articulated (bus gandeng).

"Sampai tahun 2014 unit bus tersebut tidak hadir sehingga jumlah denda penalti menggunung dan terjadi dispute," ujarnya saat dihubungi TribunJakarta.com.

Operasional bus asal Tingkok ini sendiri sempat diberhentikan saat zaman Gubernur Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok.

Saat itu, Ahok menilai bus ini tidak layak lantaran beberapa kali mengalami gangguan hingga sempat terbakar pada 8 Maret 2015 lalu.

Penulis: Dionisius Arya Bima Suci
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved